Tinggal di rumah di pinggir jalan raya itu memang terlalu banyak resikonya. Selain kemungkinan mengalami kecelakaan karena lalu lintas yang ramai, juga berbahaya bagi isi lemari. Foto di atas kuambil saat salah satu hal berbahaya singgah di depan rumahku. Seporsi tahu seharga Rp 2.000 itu pun tak menunggu lama untuk segera berpindah ke dalam perutku.
Saat malam sedikit beranjak dari senja, sebuah gerobak tahu tek-tek sudah terparkir dengan manis di depan rumah. Suara tahu yang digoreng solah-olah memberitahuku bahwa makan malam yang tadi kumakan itu baru menyentuh lantai dasar perut. Belum sampai ke lotengnya!
Kadang bila cuaca di malam hari cukup dingin, aku hanya perlu melangkah tak sampai 10 langkah dari rumahku dan memilih antara bakso atau mie ayam yang akan menghangatkanku. Atau bila ingin melakukan senam mulut, aku bisa menyetop mas-mas yang mendorong gerobak berisi jagung dan kacang rebus.
Belum lagi warung emak yang juga mengandung bahan berbahaya, seperti kue titipan tetangga, dll. Fiuh…
Itulah mengapa kubilang hal-hal di atas berbahaya bagi isi lemariku. Karena beberapa pakaian sudah memberi peringatan, kemungkinan karir mereka akan terhenti.
Hari ini, Hari Rabu. Saat aku harus bekerja dengan seragam waskat berwarna coklat beige. Tetapi, sepertinya aku harus rela membiarkan kaitan belakang rok seragamku tak bisa dikaitkan.
Semangat!!







LJ
/ January 9, 2013xixi.. meskipun di depan rumah bundo jarang ada penjual jajanan.. klopun ada yg lewat hanya satu2 dan kurang bervariasi..
tapiii tetep kok bundo juga tumbuhnya ke samping.. pulang kerja bawa jajanan dr puskesmas.
kakaakin
/ January 9, 2013Haha… kalo jajan sih di samping rumah saya lumayan komplit, bundo. Pas banget buat sarapan
narno3
/ January 9, 2013sama dengan istri aku mbak….
kakaakin
/ January 10, 2013haha… toss dah
HM Zwan
/ January 9, 2013xixixixixix…ah kaka,dulu q jg gitu..tp sekarang udah q stop gara2 takut aja gemuk,bukan apa2 tapi takut kenap2..maklum orang gemuk kay=tanya rawan penyakit jd saya stop sekarang kak
**saiyya doyannn banget nyemil soalnya,dan alhasil gemuk deh
kakaakin
/ January 10, 2013ugh… jadi gemuk itu memang rada mengkhawatirkan. Yang paling terlihat adalah gerakan yang lamban gara2 kelebihan berat badan…
Budi Nurhikmat
/ January 9, 2013kuliner always….
kakaakin
/ January 10, 2013Yummy and maknyuss
Bibi Titi Teliti
/ January 9, 2013bhuahaha..
apa lagih musim ujan ginih yah Kiiiiin..
.
memilih antara mie ayam atau bakso?
hajar dua duanya Kiiiin!!!
semangaaaaat…hihihi…
kakaakin
/ January 10, 2013Mi ayam, ditambah beberapa buah pentol bakso. *kenyang
~Amela~
/ January 9, 2013hahahah.. problem yang sama kualami juga kak..
tumbuh bukannya ke atas malah ke samping niih.. hahaha
kakaakin
/ January 10, 2013Psst.. malu juga waktu ngukur bodi untuk bikin baju seragam yang baru
Yunda Hamasah
/ January 9, 2013Olah raga mungkin membantu agar tumbuh kesampingnya tak makin pesat Ka
kakaakin
/ January 10, 2013Iya, Mbak…
Suster yang satu ini memang ‘kurang gerak’ :shy:
niqué
/ January 9, 2013hahaha kirain teh tadi apaan yg tumbuh ke samping
tinggal sendiri aja kuat2 tahan hasrat hehehe
gak taunya body toh
xixixi … ada2 aja mbak akin ini lhooo
di sini juga jajanan sliweran gak ngeliat jam mbak
kakaakin
/ January 10, 2013Nah itu dia… godaan yang ada begitu besarr…
Zizy Damanik
/ January 9, 2013Setiap malam suka ada tukang putu lewat, dan kalau hujan-hujan pasti dibeli, mau gak mau koyak 10ribu
.
kakaakin
/ January 10, 2013Wuih… jadi terbayang rasa manisnya si gula merah dalam putu itu… *ngiler…
SITI FATIMAH AHMAD
/ January 9, 2013Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…
Hehehe… “aku harus rela membiarkan kaitan belakang rok seragamku tak bisa dikaitkan.”… ada potensi jadi gemuk nih.
Hati-hati mbak. Misi harus menjaga kesihatan dan jadi panutan kepada pesakitnya.
Mbaaaak… saya juga seperti mbak, suka makaaan dan akan berbuat sama kalau “stall” seperti ini di depan rumah saya.
Salam manis buat mbak Aakin.
kakaakin
/ January 10, 2013Semoga kepercayaan pasien tidak berkurang terhadap saya ya, Bunda…
achoey el haris
/ January 9, 2013Hehe, jadi sering jajan dan ngemil.
Ada perbedaan antara istriku dengan dua adik perempuannya yg masih lajang. Istriku nyantai saja meski banyak ngemil, sementara adik2nya suka stres pasca ngemil dan ngeh berat badannya nambah. Jadi biar bebas ngemil nikah dulu
kakaakin
/ January 10, 2013Ahahaha… Jadi ingat ucapan teman saya, “Jangan gemuk-gemuk deh, nanti gak ada ikhwan yang mau.”
Orin
/ January 9, 2013Uhuk…*lirik beberapa celana jeans yg ga bisa dipake lagi*.
kakaakin
/ January 10, 2013Untungnya aku gak pake jeans. Haha…
Melly Feyadin
/ January 9, 2013Hahaha…ayoo semangat kak..selama masih sehat nikmatin aja itu makanan2 yg sudah ada, dan selagi duitnya pun masih ada
gendut gpp :p
ceweunik
/ January 9, 2013saya malah pengen banget gemuk sist, tapi susah banget padahal sekarang lagi hamil , salam kenal ya
Myra Anastasia
/ January 9, 2013pindah ke derah sy aja.. di jamin gak bakal banyak jajan.. jarang yg lewat..
prih
/ January 9, 2013Bila ada lomba tumbuh ke samping, banyak yang terdaftar ya (seraya melipat rok yang mengkerut jadi nggak cukup…)
Yudi
/ January 9, 2013Ternyata pertumbuhan manusia tidak berhenti di usia 21, ya….
Lidya
/ January 9, 2013kaya iklan susu ya kak
Wong Cilik
/ January 10, 2013masalah ini tidak hanya monopoli kaum hawa ya … *menghitung celana di almari yg udah mengecil …
melda-siti
/ January 10, 2013wah seru tuhh , aku sih pengen banget kaya gitu ,, soalnya lagi program buat ngegemukin badan nih