Warung Mak Hani adalah judul tulisanku (Flash True Story) yang ada dalam buku Seorang Nenek di Bawah Pohon Kasturi. Tulisan itu berupa cerita tentang warung emak yang seru. Buku itu pernah kujadikan tali asih pada kuis lebaran yang kuselengarakan beberapa waktu yang lalu.
Alhamdulillah, setelah hampir 20 tahun membuka warung sembako, hingga kini warung emak masih eksis di kampung. Meski ukuran warung tidak bertambah besar, namun ukuran badanku pastinya bertambah lebar. Maklum saja, bahan cemilan selalu tersedia setiap hari di warung emak.
Usai terjadinya kebakaran 3 pekan yang lalu, emak merasakan efek tidak langsung dari kejadian itu terhadap warung beliau. Menurut analisa beliau, pelanggan -yang sebagian besar adalah tetangga yang menjadi korban kebakaran- yang berbelanja di warung mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan beberapa hal, antara lain:
1. Sehabis kebakaran, para korban tak punya uang untuk belanja
2. Korban kebakaran mendapatkan sumbangan sembako dari berbagai pihak, jadi sementara ini belum perlu belanja karena masih ada stok.
3. Beberapa keluarga yang hanya menyewa rumah, pindah ke RT lain.
Namun emak tetap bersyukur, karena rejeki dari Allah Ta’ala tiada putus-putusnya. Pelanggan dari tempat lain masih tetap datang untuk berbelanja di warung emak yang sederhana.

Warung Mak Hani yang sederhana ![]()
Warung Mak Hani memang menjadi wadah berkreatifitas bagi emak, di saat usia beliau yang sudah renta. Supaya tidak terlalu lelah, emak dibantu oleh salah seorang tanteku. Yang jelas warung ini juga menjadi sumber penghasilan keluargaku. Setidaknya saat tanggal sudah sangat tua, aku bisa minta duit ke emak, buat beli bensin.






Evi
/ December 26, 2012Dengan warung ini ibu juga merasakan kepuasan ya mbak Akin. Walau sdh sepuh tp beliau masih menyumbang ekonomi keluarga
kakaakin
/ December 27, 2012Kata beliau, kalau ada cucu yang datang, jadi ada permen atau jajanan yang bisa diberikan
Ely Meyer
/ December 26, 2012Wow .. salut sama emak mbak, semoga warungnya selalu laris ya
lihat fotonya aku jd pengen pulkam, nengok sahabatku yg juga punya warung mungil di kampungku sana mbak
kakaakin
/ December 27, 2012Aamiin.
Ayo, pulkam, Mbak… Seandainya sono sama sini dekat ya…
achoey el haris
/ December 26, 2012Semoga warungnya selalu ramai dan berkah ya
di doakan dari sini oleh tukang Mie Janda
kakaakin
/ December 27, 2012Semoga warung Mie Janda juga semakin laris dan banyak cabangnya di mana-mana
Lidya
/ December 26, 2012tetap semangat mencari nafkah ya mak hani
kakaakin
/ December 27, 2012Insya Allah Mak Hani tetap semangat
Ehm, Mak Hani udah tidur tuh, rupanya beliau cukup lelah…
LJ
/ December 26, 2012warung ini adalah penghiburan buat eMak.. selain menambah penghasilan, warung ini juga ajang silaturrahim eMak dengan tetangga. Dengan mengelola warung eMak dipacu untuk terus berpikir, otak atik angka dan pengaturan penyediaan barang.. Insya Allah eMak akan jauh dari kepikunan.
eMak, luar biasa. . semoga sehat selalu, aamiin.
kakaakin
/ December 27, 2012Bener banget, Bundo. Sebagai ajang silaturrahim! Banyak kisah yang tergores di warung. Yang curhat juga masih tetap ada.
opickaza
/ December 26, 2012ih emak tetap berkreatif dengan warungnya ini semoga warung belaiu nih tambah ramai pengunjung yah mudah mudahan amin ya robbb
kakaakin
/ December 27, 2012aamiin..
Makasih ya, Mas
Erit07
/ December 26, 2012Mga tambah lncar emaknya!
kakaakin
/ December 27, 2012Aamiin. Tengkiyu, Bro
yisha
/ December 26, 2012kaka masih minta uang bensin ni yeeeeee…….
kakaakin
/ December 27, 2012Maklum aja, tanggal tua. Hehehe…
HM Zwan
/ December 26, 2012subhanallah,tetap semangat ya mak….baarakallah,semoga emak selalu diberi kesehatanaminn
kakaakin
/ December 27, 2012Aamiin…
Makasih ya, Sist
Wong Cilik
/ December 26, 2012sudah lama juga ya … semoga warungnya terus bertahan …
kakaakin
/ December 27, 2012Aamiin. Emak masih merasa sayang sama langganan beliau
Djangan Pakies net
/ December 26, 2012bukan ukuran dan berapa besar isi sebuah lapak, tapi nilai barokah dari sebuah usaha yang menjamin sebuah kelanggengan. Salam hangat buat Mak Hani, dari sesama pedagang
kakaakin
/ December 27, 2012Sesama pedagang? Toss
Sedikit banyaknya saya juga diajarin emak untuk berdagang. Tapi ternyata saya lebih banyak berada di depan laptop dibanding di warung
marsudiyanto
/ December 27, 2012Saya mau beli batu batrei yang untuk jam dinding dan krupuk Mbak…
Ejawantah Wisata
/ December 28, 2012Saya paling suka berbelanja diwarung tradisional seperti ini Mba. Dan biasanya kita akan mendapatkan pelayanan seperti keluarga sendiri. He…x9 Sama seperti warung depan rumah saya.
Sukses selalu
Salam Wisata
Ayahnya Ranggasetya
/ December 30, 2012Semoga lancar jualannya, Maaak.
O ya, waktu saya masih kelas 4 SD, Mak pernah berjualan gulai dan sayur di samping rumah, tepian gang. Nggak dibuat warung, cuma nyediain meja saja. Tetangga banyak yang memesan karena menurut mereka, masakan Mak itu sedap sekali. Sebulan bertahan, usaha kecil-kecilan Mak ini, meskipun laris manis bak kacang goreng, terpaksa harus tutup juga karena selalu merugi; besar modal daripada penerimaan. Mungkin Mak saya nggak punya bakat dagang atau apa. Yang jelas, Mak saya itu, kalau ada orang yang beli, apalagi orangnya miskin, Mak suka kasihan dan menggratiskan jualannya sama mereka. Belum lagi kalau ada orang yang mau beli ngutang, Mak saya malah bilang; “Udah, ambil saja. Tak usah bayar.”
Fajrin Ilham H
/ January 1, 2013terus semangat aja ya ?? (y)