Foto di atas adalah lorong puskesmasku beberapa tahun yang lalu. Kini lorong ini sudah ditambah dengan deretan kursi tunggu, pot-pot bunga dan tempelan poster. Dindingnya ditempeli ubin setinggi 1 meter, agar bekas garis banjir tidak terlihat. Beberapa orang mengatakan bahwa puskesmas tempat kerjaku ini tampilannya menjadi lebih rapi dan cantik.
Namun ternyata menjadi lebih cantik itu tetap tidak menyingkirkan kesan menyeramkan bagi sebagian orang. Bahkan di kalangan rekan-rekanku sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyaknya cerita semacam penampakan di sini, atau ada bayangan di sana. Jadinya ada di antara rekanku yang minta ditemani saat ke toilet, ke dapur atau ke kamar pasien. Ketakutan ini bertambah parah, saat sekitar sepekan yang lalu ada cerita penampakan yang dilihat oleh pasien.
Pagi itu, sekitar pukul 06.30 WITA, pasien (seorang ibu) menemuiku dan rekanku di meja perawat. Kebetulan hanya ia satu-satunya pasien kami yang sedang dirawat inap. Tangan kanannya terpasang infus dan tangan kirinya memegang botol infus tinggi-tinggi.
“Mbak, tadi malam ada teman Mbak ya yang tidur di ranjang dekat dinding?” tanya ibu itu.
Aku heran saat mendengar pertanyaan itu. Sejak malam sebelumnya, aku hanya jaga berdua dengan seorang rekanku, Siti. Jelang subuh, aku menyusul Siti yang sudah terlebih dahulu merebahkan diri di atas kasur ruang perawat, setelah sebelumnya kami terkantuk-kantuk di meja perawat.
“Tidak ada, Bu,” sahutku.
“Ada orang kok yang tidur di ranjang ujung itu. Perempuan. Pake jilbab coklat dan baju sama bawahannya warna hitam. Saya kira temannya, Mbak. Tapi kakinya nggak kelihatan,” ibu itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, “anak saya tidur di lantai, dekat saya. Saya mau bangunin, gak bisa. Jadi saya balik badan saja. Akhirnya saya ketiduran.”
“Oh, nggak papa kok, Bu,” sahutku mencoba bijak. Apapun itu, aku tak ingin ibu ini panik sehingga buru-buru minta dipulangkan, hanya gara-gara menurutnya ia telah melihat penampakan di ranjang kosong dekat tempat tidurnya.
“Iya, nggak papa, Bu. Ibu istirahat saja sekarang,” Siti menimpali.
Beberapa hari kemudian kisah itu beredar di antara rekan-rekanku. Yang jelas kisah itu bukan keluar dari mulutku. Sudah bisa diduga, hal ini membuat rekan-rekanku semakin resah gelisah saja. Yang terparah adalah, saat salah seorang rekanku akan melaksanakan sholat magrib di mushola puskesmas yang berada tepat di depan UGD, ia pun minta ditemani oleh rekan kami yang lain. Benar-benar parah! *geleng-geleng
Aku tak mengerti cara menghilangkan ketakutan rekan-rekanku ini, sedangkan kami pasti mendapat giliran jaga sore dan jaga malam. Bagaimana baiknya ya, Sahabat?






marsudiyanto
/ October 27, 2012Sebagai ketua penakut, saya jelas2 nggak bisa ngasih solusi Mbak
kakaakin
/ October 27, 2012Hah? *gak percaya…
Wong Cilik
/ October 27, 2012kok jadi merinding …
kakaakin
/ October 27, 2012Bulu kuduk meremang…
Erwin
/ October 27, 2012sampean sendiri apa nggak takut mbak?
memang jin leluasa melihat manusia, hanya saja tak semua manusia bisa melihat mereka.
kakaakin
/ October 27, 2012Alhamdulillah saya gak perlu minta ditemani saat kesana-kemari di puskesmas
rivai
/ October 27, 2012hiiiiiiii, atut.
jangan jangan ntu haaaaa….
jiii roma irama :p
kakaakin
/ October 27, 2012Mana… mana…?
*nyiapin kamera, mau foto bareng
ilhammenulis
/ October 27, 2012Santai aja mbak.. nanti juga terbiasa
kakaakin
/ October 27, 2012Hehe… semoga rekan2ku bisa berubah jadi lebih berani
Tetik Firawati
/ October 28, 2012waduh mbak malam2 blogwalking nemu yang beginian… jadi horor
kakaakin
/ October 28, 2012eh tapi gak takut kaan?
Yudi
/ October 28, 2012Lihat fotonya aja aku merinding, eh…
Bisa jadi judul film, nih..
“Misteri Puskesmas Sungai Siring”
kakaakin
/ October 28, 2012Dooh… semoga gak pake suster keramas segala ya… Soale aku pernah tuh keramas malam-malam. Soale pas di rumah gak sempat mandi. Hehe…
Ejawantah Wisata
/ October 28, 2012Tidak dipungkiri bila masalah yang gaib itu memang ada. Namun, semakin kita memikirkannya, semakin kita akan merasakan rasa ketakutan itu. Padahal bila makhluk halus dapat terlihat oleh manusia, sebenarnya mereka itu pada kondisi yang sial juga. Jdi kalau itanya lari, padahal mereka juga lari. Kalau ga percaya buktikan saja. He…x9
Sukses selalu
Salam Wisata
Ely Meyer
/ October 28, 2012sependapat nih
kakaakin
/ October 28, 2012Haha… bener juga sih. Kadang sebenarnya ada manusia yang tak sengaja menyakiti mereka…
Ikakoentjoro
/ October 28, 2012Sering2 dipake buat ngaji aja mbak. Aku beberapa x tinggal di t4 yang dikeramatkan, Alhamdulillah ga’ pernah liat yang aneh2. Bahkan gudang yang aku tinggalin sekarang, dulu pas belinya dapet harga murah karena ga’ ada yang berani tinggal di sini.
kakaakin
/ October 28, 2012Insya Allah gitu. Kadang ada juga keluarga pasien yang memilih sholat di ruangan pasien. Lebih praktis dari pada ke mushola
niken
/ October 28, 2012untung bacanya pagi-pagi… jadi ngga berasa serem…
kakaakin
/ October 28, 2012Hehe… saya lupa nanya ke ibu itu, punggungnya bolong apa nggak ya…?
esti sulistyawan
/ October 28, 2012Bismillah aja kalau saya sih
Walo pun saya termasuk penakut, tapi kalau daerah kekuasaan, spt rumah atau tempat kerja saya Pede aja
kakaakin
/ October 29, 2012Nah itu dia, mestinya gak perlu takut kan… Tapi mereka pada takut
Aryo Seno
/ October 28, 2012hantuuuu heheheeh
kakaakin
/ October 29, 2012Ah.. yang bener…
Hehe…
Zee
/ October 28, 2012Aduh, itu sih serem….. kalau memang ada penampakan, pasti sih takut, siapa yang tahu ya kapan dia akan muncul lagi….
kakaakin
/ October 29, 2012Kadang ada barang yang hilang, dicariin kemana2 gak nemu. Eh ternyata beberapa waktu kemudian barang itu ketemu aja di dekat2 kita.
fadecancer
/ October 29, 2012memang benar “mereka” ada ya Kak, karena Allah swt menciptakan mereka juga selain kita ,manusia
tapi…kalau sampai menampakan diri begitu ,kok ya nekat dan jadinya khan horor buat kita yg kebeneran liat mereka
solusinya mungkin, baca Bimillah saja , dan yakin mereka gak kan ganggu kalau mereka gak diganggu duluan ….
( saran sok tau ini ….hehehe…)
salam
birthday party
/ October 29, 2012serem amat lorongnya
Galuh Lintang
/ October 30, 2012sering dengar juga, selama ini cuma bisa mngatasi ketakutan diri sendiri, kalau ketakutan orang lain belum bisa hehe