Lesung dan Alu

Aku tidak punya alat penggilingan untuk menghaluskan daging. Alat semacam food processor juga tak punya. Jadinya, untuk menghaluskan daging ikan yang kemarin kuolah menjadi pempek, aku menggunakan lesung dan alu punya emak. Istilah lain untuk lesung ini adalah lumpang. Mungkin sebagian orang ada yang mengulek daging ikan untuk menghaluskannya, namun aku lebih memilih menumbuk. Menurutku menumbuk jauh lebih mantab dibanding mengulek. :D

Lesung yang ada di rumahku dan pasangannya, alu, adalah buatan almarhum abahku. Beliau membuat lubang pada sebuah balok kayu ulin yang berukuran cukup besar, dengan menggunakan pahat dan peralatan tukang lainnya. Setelah lubang selesai, barulah balok tersebut dipotong secukupnya. Alu yang beliau buat juga berasal dari kayu ulin. Menurut emak, umur lesung dan alu itu sudah lebih dari seperempat abad.

Apakah di rumah Sahabat juga terdapat lesung dan alu seperti gambar di atas? :)

About these ads
Leave a comment

34 Comments

  1. Akin…pinjam untuk buat daun ubi tumbuk…
    di rumah mama yg ada sekarang lesung logam…, tapi dulu kami punya lumpang seperti ini..

    Reply
  2. di rumah bapa ada tapi lesungnya dari batu. tapi namanya kok sama ya? lesung dan alu.

    Reply
  3. wah…salut juga ya kalau daging juga pakai alu seperti itu.
    Dirumah ada juga alu, tapi paling untuk kacang dan bumbu2 saja.

    Reply
  4. nggak punya aku mbak :)
    antik juga ya lesung alunya :)

    Reply
  5. Lesung dan alu kalau di Jakarta hanya dapat dijumpai di daerah penduduk dipinggiran saja Mba. Dan sepertinya sudah jarang bahkan tidak ada algi orang yang menggunakannya.

    Sukses selalu

    Salam Wisata,

    Reply
  6. ngga punya Kak..
    punyanya Alu nya aja itupun di rumah MAma.. hhe.

    Reply
  7. samaan mbak nique. dari batu. untuk tumbuk jagung dan daun ubi

    Reply
  8. Ibuku juga punya, tapi jarang dipake….

    Reply
  9. Asslaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin..

    Dalam kesempatan yang ada (sibuk) hari ini, saya dengan hati yang tulus ikhlas ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H.

    Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    MAAF ZAHIR DAN BATIN.

    Salam Iedul Adha dari Sarikei, Sarawak.

    Reply
  10. mbak saya ada satu. Baru aja dibeli pada 2 bulan lalu.
    Tapi saya beli bukan untuk menumpuk padi, beras atau apa sahaja yang sesuai.

    Saya beli untuk dijadikan perhiasan rumah. Iya.. kalau nanti ada keperluan menggunakannya akan digunakan juga. :D

    Kini, sudah jarang melihat orang menumbuk dengan lesung seperti di atas. Masa saya kecil dulu, alu dan lesung sangat besar untuk tujuan menumbuk padi yang sudah digoreng bagi menghasilkan sejenis makanan bernama KERTUP.

    Salam ceria mbak. :D

    Reply
  11. kalo lumpang di tempatku terbuat dari batu, entah sekarang kemana.. simbah sudah tak pernah numbuk jamu lagi :mrgreen: biasanya digunakan juga untuk menumbuk ketan yang akan dijadikan gemblong ^_^

    Reply
  12. kalau lesung dan alu adanya di rumah simbah. Ukurannya besar karena untuk menumbuk padi. Dulu, kalau pas ada kegiatan desa, lesung dan alu itu dipakai untuk bermain klotekan, jadi semacam alat musik perkusi gitu … :D

    Reply
  13. sekarang lesung dan alu tersedia berbagai model dan praktis. di sini pun juga ada, tapi aku nggak beli, soalnya sudah ada alat penggilingan. :D
    kalo dirumah Indonesia juga ada, namanya lumpang dan alu. :)

    Reply
    • Memang lebih praktis kali ada penggilingan sih…
      Sayangnya aku gak punya…

      Reply
      • maksudku yang praktis itu lesung & alu-nya. di supermarket sini ada, modelnya praktis gitu. ada yang bahannya dari besi, ada yang dari batu. kecil-kecil, rapi gitu. :D
        saya sebenarnya pengen beli, tapi sdh punya mesin itu, jd ga beli. :D

        Reply
  14. itu namanya lumpang. kalo lesung yang panjang dan bisa dipake berame rame..
    lumpang dan alu, contoh sisa kearifan lokal yang mulai lenyap
    filosofi awal mula kehidupan dengan lingga dan yoninya…

    Reply
  15. Saya punya lesung dari batu dengan ukuran besar.. itupun peninggalan kakek buyut dulu.. sekarang dijadikan hiasan di kebun karena berat jika mau diangkat-angkat :)

    Reply
  1. Cara Membuat Abon Ikan « Try 2B cool 'n smart…
  2. Resep mama mia « ciacia2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 208 other followers

%d bloggers like this: