Nasi Kuning Khas Samarinda

Apakah benar nasi kuning adalah makanan khas Kota Samarinda?

Mungkin pertanyaan itu menghias di benak sebagian orang. Dengan tegas aku menjawab: ya, nasi kuning juga merupakan makanan khas Samarinda, meskipun sebenarnya nasi kuning bukanlah makanan asli Samarinda. Nasi kuning adalah hidangan yang berasal dari Kalimantan Selatan. Suku banjar yang berasal dari Kalsel banyak yang hijrah ke Kalimantan Timur, terutama Samarinda. Warga yang pindah membawa serta adat dan kebiasaan mereka, tak ketinggalan juga kulinernya.

Kehadiran suku banjar di Kota Samarinda atau kota yang juga dikenal dengan nama Kota Tepian ini, sudah terjadi sejak berpuluh-puluh atau mungkin lebih dari seabad yang lalu. Diduga, sejak itu pulalah awal kehadiran nasi kuning di Samarinda. Nasi kuning tidak hanya menjadi konsumsi keluarga di rumah, namun nasi kuning juga dijajakan di warung-warung. Lama-kelamaan, nasi kuning kemudian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Samarinda sehari-hari.

Tidaklah berlebihan memang jika dikatakan nasi kuning sangat khas Samarinda, karena warga Samarinda sangat menggemari makanan yang satu ini. Di pagi hari, akan terlihat banyaknya penjual nasi kuning di pinggir-pinggir jalan kota. Aku tak tahu jumlah persisnya, namun aku yakin sangat banyak penjual nasi kuning. Di RT tempat tinggalku saja terdapat 4 warung yang menjual nasi kuning. Ditambah lagi kini ada fenomena yang mulai terjadi sejak beberapa tahun terakhir, yaitu semakin maraknya pedagang nasi kuning di malam hari. Rupanya nasi kuning kini tak hanya menjadi pilihan saat sarapan saja, namun juga menjadi pilihan untuk makan malam, atau makan tengah malam.

Gambar dari sini.

Nasi kuning Samarinda tampil cukup minimalis. Umumnya hanya berupa nasi gurih dengan warna kuning yang khas yang berasal dari pewarnaan kunyit. Kemudian ada lauk iwak haruan (ikan gabus) masak habang (bumbu merah), dan taburan serundeng serta bawang goreng. Iwak haruan memang sangat tepat diolah dengan bumbu merah. Tekstur dagingnya lebih mudah menyerap bumbu sehingga jadi lebih berasa. Pembungkus yang digunakan adalah daun pisang atau setidaknya kertas pembungkusnya dialasi daun pisang. Inilah yang merupakan tampilan nasi kuning Samarinda yang asli, ditambah lagi penjualnya adalah orang banjar asli yang biasa dipanggil “Acil” (bibi/tante).

Nasi kuning Samarinda yang dibuat dalam bentuk tumpeng mini, dilengkapi lauk iwak haruan masak habang, semur telur, serundeng dan kering tempe

Pada perjalanannya, nasi kuning Samarinda kemudian mengalami penambahan, sesuai dengan selera warga Samarinda yang beragam karena berasal dari berbagai suku dan daerah. Selain iwak haruan, ada pilihan lauk lainnya seperti ayam, daging, hati ayam, telur dan ikan laut. Kemudian ada juga tambahan bahan lain seperti kering tempe dan mi (mi kuning atau bihun). Namun nasi kuning Samarinda yang asli adalah hanya terdiri dari nasi kuning, lauk dan taburan serundeng serta bawang goreng.

Warga Samarinda cenderung melakukan sarapan setiap paginya sebelum berangkat kerja, sehingga pilihan untuk makan nasi kuning yang merupakan sumber energi adalah tepat. Karbohidrat yang dikandung nasi menjadi bekal tubuh untuk beraktifitas hingga tiba waktu makan siang. Selain itu, protein yang berguna untuk pembentukan sel-sel, juga bisa didapatkan dari lauk nasi kuning yang merupakan sumber protein.

Nah, bagi pengunjung yang datang dari luar Kota samarinda, hendaknya tak melupakan mencicipi nasi kuning khas Samarinda ini. Nasi kuning bisa dinikmati sebagai sarapan. Atau bila ingin merasakan sensasi kuliner malam kota Tepian, nasi kuning bisa menjadi salah satu pilihan. Banyak penjual nasi kuning malam hari yang bisa di temukan di sepanjang Jl. Lambung Mangkurat dan Jl. P. Antasari, Samarinda.

About these ads

35 thoughts on “Nasi Kuning Khas Samarinda

  1. pagi2 liat gambar nasi kuning jadi lapar
    mana barusan dapet nasi uduk yg luembek blenyek hiks
    coba itu naskun nya kirimin sini mbak hehehe

    semoga berjaya di kontes ini ya mbak akin

  2. iya juga kaka, kalo saya memang terbiasa sarapan pagi dengan nasi kuning kadang. Kebiasaan di Kaltim kali ya, nah suami yang gak biasa, padahal suka banget nasi kuning. Makanya kalo ke Samarinda paling seneng tuh solanya bisa makan nasi kuning malam-malam…

  3. saya suka nasi kuning….tapi kalau bisa ga usah banyak kuah…karena nasi kuning sendiri sudah gurih…..kalau terlalu banyak asesories sayur dan kuah malah kehilangan rasa nasi kuningnya………….mmmm saya pesan satu mba…. ^_-^… eit jangan lupa pake telur masak pedas dan opor daging sapi…… yaam

  4. kalo nasi kuning yang di Jawa itu apa juga berasal dari Kalimantan ya. soalnya di Jawa khususnya daerah saya setiap ada yang menikah pasti ada nasi kuning. :D

  5. he eh, kalo kesana sarapannya seringnya kek gitu…
    ihiks, harusnya tgl 18 kemarin Oyen kesanah, tapi ternyata ada pembatalan agenda karena beberapa hal, jadi gak jadi kesana deh, padahal uda ditungguin bapak sama ibu (dedek firanya mangsudnyah, bukan emaknya…)..maaf ya tante, semoga lain kali ada kesempatan kesana lagi…pengen ke mesjidnya sama makan nasi kuning ituh, eh sama soto dan jagung bakar juga…
    miz u :P

  6. Salam Takzim
    Nasi kuning pernah ketagihan saat saya ke makassar, hampir setiap pagi nasi kuning jadi makanan Favorit saya… Tetapi nasi kuning khas Samarinda belum pernah mauuu dong
    Salam Takzim Batavusqu

  7. Kalo mau nasi kuning ikan haruan banjar di jkt ada yg enak banget tuh cari aja namanya DEPOT BANJAR di daerah rawamangun sebrang giant rawamangun..jln pegambiran, cuma bukanya dari pagi ampe sore doang tuh, rame yg makan makanya sorean dah abiss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s