Samarinda Integrity Fair

Di Kota Samarinda sedang berlangsung sebuah pameran yang (menurutku) keren, yaitu Samarinda Integrity Fair. Pameran ini diadakan di GOR Segiri, Samarinda, pada tanggal 5-7 Oktober 2012, atas kerja sama antara Pemkot Samarinda dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peserta pameran kali ini adalah kantor-kantor atau dinas yang terkait dengan pelayanan publik, seperti Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Kesehatan Kota (DKK), Kantor Imigrasi, dll.

Sejak pertama kali aku membaca baliho di jalan raya yang berisi pengumuman pameran Integrity Fair, beberapa hari yang lalu, aku sudah meniatkan akan datang. Aku penasaran, akan seperti apa bentuk pameran ini. Semalam aku menyempatkan diri untuk mampir ke GOR Segiri. Saat masuk ke dalam lokasi pameran, terlihat berbagai stan yang lumayan ramai, meskipun tidak terlalu padat. Banyak terpasang spanduk atau banner yang bertuliskan kalimat penolakan terhadap korupsi. Berada di ruangan ini, aku turut bersemangat juga rasanya. :D

Samarinda Integrity Fair ini sama sekali tidak membosankan. Mengapa demikian? Karena di pameran ini terdapat hampir semua pelayanan publik. Kita bisa mencari informasi yang berkaitan kebutuhan administrasi kita. Tampaknya Pemkot Samarinda bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik dan transparan, dengan mengedepankan kejujuran.

Salah satu stan terbesar adalah stan Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan. Kulihat banyak yang mengantri di sana. Ternyata di stan itu bisa melayani pembuatan KTP. Aku turut mendekati salah seorang penjaga stan untuk bertanya-tanya tentang pembuatan akta kelahiran untuk tanteku yang sudah lanjut usia.

Di stan Dinas Pertambangan dan Energi aku menghabiskan beberapa menit untuk berbincang-bincang dengan penjaganya. Lumayan bisa berbagi tentang carut marut pertambangan si emas hitam di Kota Samarinda. Syukurlah, sekarang (katanya) tidak ada lagi ijin bagi pengelolaan tambang baru.

Tiba di stan Kantor Imigrasi, aku mencari informasi tentang pembuatan paspor. Ternyata biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp 255.000. Aku jadi tertarik untuk membuat paspor. Siapa tahu nanti menang kuis yang hadiahnya jalan-jalan ke Korea Selatan atau umroh. :mrgreen:

Untuk  pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), juga bisa dilayani di stan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Kebetulan sekali aku berencana untuk mengurus balik nama PBB dan menurut penjaga stan ini, urusan itu juga bisa dilayani.

Pada salah satu sudut lokasi pameran, terdapat banner putih yang panjangnya beberapa meter yang disediakan panitia.  Pengunjung dipersilakan menulis pernyataan penolakannya terhadap korupsi dan (mungkin) disertai tanda tangan. Kulihat sudah penuh coretan di sana. Aku mencari celah untuk juga dapat menggoreskan kalimatku.

Apakah sahabat bisa membaca tulisanku? :D

Pameran ini juga dilengkapi dengan berbagai acara, seperti aneka lomba, pertunjukan musik dan permainan seru. Seperti permainan “Ayo Tendang Koruptor”. Sayang sekali, saat aku akan mencoba menendang bola, ternyata permainan itu sedang dihentikan sementara karena di panggung hiburan sedang berlangsung permainan lainnya.

Tak ketinggalan aku mengambil selebaran-selebaran yang menarik perhatianku. Di stan KPK malah dibagi-bagikan beberapa buku yang berkaitan dengan pemahaman tentang korupsi, di antaranya ada sebuah buku komik “Kisah Kasus di Sekolah” terbitan KPK. Sovenir lainnya juga dibagikan, seperti stiker, pin dan gantungan kunci. Lumayan. :)

Ternyata banyak sekali jenis layanan publik yang tidak kuketahui sebelumnya. Misalnya pengurusan perijinan tempat usaha, pengadaan angkutan umum, dll. Setelah cukup puas berkeliling, aku lalu ke luar. Saat melangkah ke luar GOR, aku melihat mobil pelayanan SIM dan Perpustakaan keliling terparkir di depan GOR. Stan terakhir yang kukunjungi yang juga berada di luar gedung adalah stan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Aku sangat tertarik memperhatikan stan ini, karena dipajang berbagai foto saat anggota BPBD sedang beraksi pada bencana alam, kebakaran, orang tenggelam, dll. Saat melihat pakaian pemadam, aku mencoba mengenakan sarung tangan anti api. Ternyata tidak nyaman. Lebih nyaman menggunakan sarung tangan lateks yang ada di puskesmas. :D

Demikianlah kisah kunjunganku ke Samarinda Integrity Fair 2012. Aku berdo’a semoga pelayanan publik di Kota Samarinda benar-benar bisa jujur dan tidak dihiasi korupsi. Apakah di kota Sahabat juga ada pameran serupa?

About these ads

31 thoughts on “Samarinda Integrity Fair

  1. keren banget mbak, pamerannya bermanfaat untuk kita yg belum tahu akan hal-hal seperti di atas.
    dikotaku ada nggak ya. perlu tanya orang dirumah nih. :D

  2. Assalamualaikum tante, apa kabar? wah seru ya kayaknya, sampe tanggal berapa pamerannya? hehehehe…rencana 2 minggu lagi mau ke samarinda, mau jalan2 sama dedek Fira… :) pengen masuk ke mesjid nya yang baru, sama ngarep ada nyang ntraktir jagung bakar lagi…:P

    • Yang kulihat kmaren beberapa remaja yang membuat KTP. Sepertinya mereka baru sweet seventeen-an :D
      Mungkin juga yang dibuat itu adalah e-ktp, soale kayak ada pengecekan pupil mata juga…

  3. Pingback: Menyelam di Hatimu « Try 2B cool 'n smart…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s