Tugas Audisi

Beberapa waktu yang lalu Penerbit Gradien Mediatama mengadakan audisi penulis, yang disebut Gradien Writer Audition (GWA). Pendaftaran hanya dilakukan dengan cara mengirim email ke alamat yang ditentukan. Total ada lebih dari 700 peserta yang mendaftar. Salah satunya adalah diriku.

GWA akan ada 10 tahap audisi. Sistem audisi ini adalah setiap peserta menerima tugas lewat email pada hari Selasa. Batas waktu pengiriman adalah pada Hari Minggu, pukul 12.00 WIB. Tugas pertama dilemparkan pada tanggal 4 September 2012. Lalu tugas selanjutnya diberikan sepekan kemudian (11/9). Peserta yang gugur adalah peserta yang tidak mengerjakan tugas, atau pengerjaan tugasnya tidak sesuai dengan apa yang diminta.

Tugas yang diberikan pada audisi ini meningkat secara bertahap dan setiap kalinya ada 2 tugas yang harus dikerjakan. Tugas pertama diminta sejumlah minimal 350 kata untuk 1 soal. Tugas kedua, sekitar 450 kata. Lalu tugas ketiga adalah 950-1000 kata. Untuk tugas keempat, pekan ini (30/9) adalah batas terakhir pengumpulan tugas GWA ke-4.

Kujelaskan sedikit tentang tugas keempat yang mengejutkan. Peserta harus menuliskan cerita sepanjang 3.000-3.250 kata untuk setiap cerita (2 cerita). Batasan-batasan yang diberikan pada tugas keempat ini juga cukup membingungkanku. Ada kata yang tidak boleh ditulis. Misalnya pada soal pertama, peserta harus menuliskan cerita tentang seorang pria paruh baya yang baru saja kehilangan anaknya, namun dilarang menuliskan kata-kata tertentu, seperti meninggal, kubur, nama-nama penyakit, kecelakaan dan kata yang menunjukkan bahwa ia baru saja menguburkan anak laki-lakinya.  Cukup pusing dibuatnya. :D

Sebenarnya waktu yang diberikan untuk mengerjakan setiap tugas sudah cukup. Namun, sayangnya aku tidak punya gambaran apapun tentang tugas keempat ini. Akhirnya mood untuk menulis muncul tadi malam. Cerita pertama kuselesaikan sambil jaga malam di puskesmas, hingga subuh menjelang. Lalu kulanjutkan dengan cerita kedua. Saat aku akan melanjutkan cerita kedua pagi tadi, tiba-tiba listrik di puskesmas padam. Kupikir-pikir, bila aku pulang ke rumahku yang jauh, akan memakan banyak waktu. Jadinya aku mampir ke rumah kakakku untuk menulis. Apa daya, saat baru menyalakan laptop, mendadak listrik padam juga. Rupanya pagi tadi ada kebakaran di sekitar kota Samarinda.

Beberapa saat kemudian listrik menyala. Kupandangi ceritaku yang baru mencapai 1.400 kata, padahal jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 11.00 WITA. Ditambah lagi koneksi internetku yang payah. Akhirnya aku tidak dapat menyelesaikan cerita kedua ini. Di tugas keempat ini aku menyerah. Aku mengaku salah, karena menerapkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan (*salahkan mood :D ). Saat tiba waktu menjelang dead line, aku sendiri yang kalang kabut jadinya. Padahal bila diselesaikan beberapa hari yang lalu, tidak akan sepusing ini jadinya. :D

Ikutan audisi menulis seperti ini sangat menyenangkan, meskipun aku cukup bingung dibuatnya. Aku berharap bisa belajar menulis dan tantangan dari audisi semacam ini membuat diriku terbiasa untuk menulis.

Meskipun aku tidak lolos ke tahap selanjutnya pada Gradien Writing Audition (GWA), aku sudah cukup senang karena ini adalah pengalaman pertamaku ikut pada audisi kepenulisan penerbit mayor. Semoga lain kali aku bisa ikut audisi lagi, mungkin di penerbit mayor lainnya. Mari kita budayakan menulis, Sahabat! :D

About these ads

28 thoughts on “Tugas Audisi

  1. Whoaaaa…
    keren juga ada acara audisi kayak ginih yah Kin…

    Kirain audisi cuman kalo mo jadi artis doang…hihihi…

    Tapi sepertinya mah kalo aku udah stres duluan deh kin…hihihi…
    *motivasi lemah*…hihihi…

  2. keren ya Kak, bisa ikutan audisi kayak gini, mengasah kemampuan menulis dan menimbulkan sensasi yg hebat pada kemampuan tulis menulis kita tentunya .
    Walaupun tak bisa memenuhi tenggat waktu, yang penting Kakaakin sudah berusaha maksimal
    salam

  3. wah, keren lombanya, terpacu untuk memiliki segudang perbendaharaan kata mbak Akin.. tak perlu dirisaukan dalam hal kalah menang, menjadi bagian dari lomba ini sudah cukup untuk dapat dikenang.. :)

    tetap semangat berbagi mbak Akin..!!!

  4. Oh ternyata untuk jadi penulis itu jalannya juga berliku ya Mbak. Tapi bagus banget penerbit itu ya, metodenya memaksa orang lain agar menulis tak tergantung mood..Tapi kedisiplinan…Semoga lain kali sukses Mbak :)

  5. Saat ini ada audisi jadi bintang iklan melalui online loh! Caranya : ikuti twitter@audisiku dan Facebook Audisiku… langsung yah. Kamu bisa jadi bintang iklan bersama Om Jin dan ada hadiahnya juga loh! Pokoknya…Yang Penting Hepi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s