Krim Pemutih Apa yang Kau Pakai?

Catatan: Ini bukan iklan, apalagi review produk. Hanya sekedar berbagi dan mengungkapkan apa yang mengganjal di hati. :mrgreen:

Apakah sahabat menyadari adanya standar kecantikan yang dikampanyekan di mana-mana, terutama di layar televisi? Iklan yang ditayangkan beberapa menit sekali kerap berisi promosi produk-produk kecantikan. Kebanyakan merupakan produk dengan embel-embel “whitening“, pemutih.  Entah itu berupa sabun pencuci muka, krim wajah, maupun body lotion. Beberapa jargon yang terus dikumandangkan, misalnya saja yang mirip dengan beberapa ungkapan berikut ini, “Cantik itu putih”, atau “Putih, tapi tidak bening? Lupain deh”. Hal ini membuat para perempuan berlomba-lomba untuk menjadi putih dan bening. Aneka krim pemutih pun dipakai.

Beberapa orang yang kukenal, kini menggunakan semacam krim pemutih. Mereknya adalah Amor. Krim tersebut dijual beserta rangkaiannya, ada krim siang dan malam, toner, sabun wajah, dll. Harganya juga lumayan. Untuk satu set lengkap, harganya bisa lebih dari Rp 700.000. Namun bisa juga dibeli terpisah. Biasanya bila ingin membeli, mereka memesan kepada salah seorang teman. Teman itu entah kemudian mendapatkannya dari mana.

Yang membuat krim itu sedemikian terkenal di antara mereka adalah dikarenakan oleh khasiatnya yang begitu cepat terlihat. Sekitar seminggu pemakaian, maka wajah akan terlihat seperti selebriti yang kerap melakukan perawatan wajah di salon. Kinclong! Bening! Salah seorang dari mereka mengaku tengah melakukan perawatan wajah di sebuah tempat perawatan kulit terkemuka di Indonesia, N*tas**. Namun menurutnya di wajahnya masih tersisa flek-flek. Lalu ia lanjut dengan menggunakan krim itu. Jreengg! Flek-flek itu pun lenyap, Saudara-saudara!

Mungkin paragraf di atas terdengar seperti testimoni. Namun memang itulah faktanya. Hal ini lah yang mengganjal di benakku. Apa sebenarnya isi krim yang sebegitu dahsyat itu? Adakah mercury atau hidroquinon terkandung di dalamnya? Saat aku mencoba berselancar di dunia maya dan mengetikkan kata “krim Amor”, maka pada beberapa halaman awal pencarian Google, tak ada satu pun tautan yang membawaku ke situs resmi krim tersebut. Hanya ada sebuah akun Facebook yang tidak di-update, itu pun kemasannya berbeda dengan kemasan krim Amor yang pernah kulihat. Bahkan aku menemukan merek krim lain dengan embel-embel Amor juga.

Ada teman yang menyarankan agar aku juga menggunakan krim itu untuk mengurangi bintik-bintik di wajahku. Namun aku takut. Aku khawatir saat melihat penampakan kemasan produk kosmetik itu, yang tidak ada keterangan apapun pada kemasannya selain mereknya saja. Katanya, krim itu diracik oleh dokter, tetapi pada kemasan tidak tertulis apa saja bahan yang dipakai, atau dokter siapa yang meraciknya. Untuk amannya, aku lebih memilih menggunakan bedak dingin saja. :D

Apakah ada di antara Sahabat yang pernah mendengar krim yang kusebut di atas, atau malah juga menggunakannya? Mungkin ada yang bisa berbagi denganku tentang kejelasan asal usul krim tersebut, mengingat banyaknya orang yang kukenal menggunakan krim itu.

Bagi Sahabat yang tidak menggunakan krim di atas, lalu krim pemutih apa yang Sahabat pakai? :D

About these ads
Previous Post
Leave a comment

38 Comments

  1. Kalau kemasannya nggak meyakinkan, ngeri juga, takutnya malah alergi atau merusak kulit. anyway, saya nggak pakai pemutih sih. Kadang ingin, tapi tidak telaten … :D

    Reply
  2. Jadi pengen mengingat-ingat kapan terakhir kalinya istri saya pake krim pemutih. Kalo nggak salah …, dulu sekali, sebelum Setya lahir. Haruuuh.

    Reply
    • Krim pemutih itu gak penting ya. Mungkin wajah cuma perlu dijaga agar gak kusam aja. Meskipun tanpa krim, ibunya Setya tetap cantik kan… :)

      Reply
  3. Saya cinta produk Indonesia mb… Semua serba S***ayu. Dari sabun muka, pembersih, penyegar, pelembab, bedak, sampai lipstik, semua S***ayu. Ada beberapa produk O***lame juga (nglarisi kakak) tapi bukan yang dipakai sehari-hari. Terus terang saya takut pakai produk yang tidak jelas seperti krim2 yg mb sebutkan itu. Kalau mau pakai krim2an, saya pilih langsung ke dokter kulit baik di N*tas** atau L*riss*. Dulu pernah bermasalah dengan jerawat di kening, penuh dan gatal. Akhirnya saya bawa ke N*tas**, pakai krim dan perawatan akhirnya jerawat hilang dan noda hitam pun hilang. Setelah itu saya kembali ke S***ayu lagi. :)
    Untuk krim2 yang gk jelas begitu, selain ‘instant’, saya takut berbahaya bagi kulit dan takut ketergantungan. Lebih baik yang simpel2 aja. Yang penting muka bersih. Ndak perlu putih. Asal bersih, muka pun terlihat bersinar. :)

    Reply
    • Salahin tv deh, propagandanya gencar banget. Kalo gak putih mulus, bakalan dicuekin sama cowok. Banyak juga istri yang takut suaminya berpaling bila ia kurang cantik :D
      Setuju banget, biar gak putih, yang penting bersih ;)

      Reply
  4. bintik2 di muka kita.. tak usah risaukan Kin..
    itu pelengkap.. :)

    Reply
    • Seperti halnya penanda kota, tulisannya Mbak Monda. Maka bintik2 di muka saya adalah penanda. Ntar kalo bintik2nya hilang, orang2 pada gak kenal :D

      Reply
  5. saya gak pernah pakai krim pemutih mbak
    takut :(
    soale ada temenku yang ada bukannya putih malah jadi belang bentong gitu deh
    terus ada juga yang pakai mukanya sih emang kinclong tapi begitu kekuatan obatnya dah kelar, eh kok kisut gitu ya mukanya … serem ih.

    buatku muka itu yang penting gak jerawatan dan kusam.
    itu aja yang dijaga, caranya pun gampang minum air putih yg banyak.
    Aku juga rajin facial sih, tapi biasa2 aja, gak yang mahal2 gitu.
    gak ada duitnya klo mahal2 hehehe

    Reply
    • saya facial sendiri di rumah, mempraktekkan apa yang pernah diajarin SPG wardah di mall :D
      Mengenai krim di atas, yang saya lihat sih mereka baik-baik saja. Namun pas berhenti, maka kembali lagi flek2 itu :D

      Reply
  6. tapi klo mbak akin penasaran, coba aja olesin di tangan dulu, klo gak ada reaksi ya berarti gak bahaya hehehe

    Reply
  7. aku nggak ngeh mbak dgn krim pemutih di sana soalnya di sini malah sebaliknya orang orang pada mau kulitnya sawo matang, coklat cantik kayak kulit kulit orang orang di tanah air, jadi yg ada ya krim buat bikin kulit coklat, org sini malu sekali kalau kulitnya putih

    Reply
    • Hehe… berkebalikan banget dengan orang Indonesia. Bahkan banyak yang minta suntik pemutih, supaya kulitnya bisa lebih cerah…

      Reply
  8. Pernah pake bedak basah aja, tidak pakai krim-krim… Meskipun cowok, perawatan dikit tidak apa2 kan :)

    Reply
  9. Biasanya pemutih itu mengikis lapisan kulit teratas kita. Jadi nanti malah menimbulkan kulit sensitif di wajah. Sinar matahari bisa langsung menembus lapisan kulit berikutnya. Akibatnya kanker kulit deh…

    Allah sdh memberi yang pas buat kita. Dan kulit itu bertasbih pada Allah. Mau diapain juga… Kalau sdh masanya ya akan mengikuti usia.

    Reply
    • Bener juga ya, Mbak. Kalo lapisannya kulit berkurang, pelindungannya jadi kurang deh.
      Tak ada yang abadi :D
      Saat krim itu berhenti dipakai, wajah jadi kisut lagi :)

      Reply
  10. Wah, aku kok ngeri baca catatan Mb Akin oni yah? Kok ada orang yg berani2nya memakai kosmetik yg gak jelas asal usulnya. Duh semoga mereka cepat insyaf, mbak, sebelum terlambat. Pengen cantik emang syah2 saja tp kalau caranya begitu, sangat beresiko thd kesehatan..Dan aku baru membaca nama krim ini diblognya Mb Akin :)

    Reply
  11. hwaa? serius…?
    di lab, kami suka iseng uji logam merkuri dari berbagai krim2 wajah itu dan hasilnya.. tadaaa.. tinggi!
    karena tau di dalamnya ada apa.. jadi jarang pake.

    Reply
  12. Kalo saya pake bisa heboh nih mbak, secara saya cowok :D
    Btw kalo krim pemutih gituan saya kok ragu ya bisa mutihin beneran. Kalaupun putih, paling hanya tampak putih karena ada pelapisnya sesaat (bukan bener2 memperbarui sel kulit dan zat warna).

    Kalo soal kecantikan gini sih mungkin lebih ke arah penipuan ya. Denger2 sih produk kecantikan itu kebanyakan nipu semua.

    Reply
    • eits, jangan salah. Di antara orang2 yang kukenal, ada juga cowok yang memakai krim itu. :D
      Haha… mengenai tipu menipu itu mungkin ada benarnya juga, tapi gak seluruhnya lah :)

      Reply
  13. karena dah terlahir putih maka saya gak pakai :D

    Reply
  14. gak usah pake pemutih Syukuri apa ajanya yg,Item manis banyak yg suka loh :D

    Reply
  15. Amor itu bukankah nama salah satu dewi ya?
    Dewi Amor, kak. hihihihi

    Kalau pemutih diatas 700ribu, piki2 deh belinya. :)
    Idah gak pakai pemutih tapi cuma pakai pelembab saja, kak.
    Pakai wardah. . . ^_*

    Reply
  16. pake yg tradisional saja mb…
    masker tomat, hehehehe

    Reply
  17. waduh….
    aku ga pake yang gitu gituan
    kata ibue mantepan kalo item

    Reply
  18. Saya pake pemutih alami aja mbak,keluar rumah harus pakai sarung tangan dan masker, heheeheh

    terbukti setidaknya ga nambah putih tapi juga ga nambah item :P

    Reply
  19. waduh, kok jadi serem ya Kak, kalau pake2 krim pemutih segala
    bunda gak pernah sih pake krim pemutih segala,
    untuk perawatan kulit muka, ya cukup dgn pembersih dan pelembab aja

    salam

    Reply
  20. pake dari dokter kulit yg terjangkau. awalnya sih karena kulit kemerahan karena iritasi, trus dilanjut. progressnya memang nggak cepat, tapi lumayan kalau udah lama

    Reply
  21. kalo kata temen-temen, krim2 pemutih yang secara drastis bisa memutihkan wajah, justru kudu diwaspadai. karna seringnya mengandung merkuri *cmiiw

    Reply
    • halo sista mw nanya nih apa amor krim itu ada klinikny gak . aku penasarn soalny temen aku ad yg pake amor katany amor ny it langsung dri klinik ny dan d periksa dokter ny kira kira amor yg mana say liat d intrnet ko bnyk yg namany amor

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 196 other followers

%d bloggers like this: