Koran Pagi

Aku masih cinta kamu, Yut.

Tina tertegun sesaat. Ia mengulang lagi membaca sebaris kalimat pada jendela percakapan Facebook. Ternyata El masih menyintainya! Tina menaruh tangan di dada untuk membendung debaran yang kian menjadi.

Yut? Kamu masih di situ kan?

Panggilan sayang yang digunakan El masih tetap sama. Beautiful, yang disingkat El menjadi ‘Yut’, cantik. Tina tersenyum bahagia. Puluhan gadis kecil bersenandung indah dalam benaknya.

Yut? Ayo, bagaimana tanggapanmu?

Perlahan Tina menekan tombol ‘enter‘ usai mengetikkan sebaris jawaban.

Sama, aku juga masih cinta kamu, El.

Berbagai sapa dan tanya lalu bertubi-tubi muncul di layar demi menjawab kerinduan yang sekian lama tak bertemu balas.

Tina sangat bersyukur kala sebuah nama muncul dalam daftar orang yang ingin menjalin pertemanan dengannya di jejaring Facebook, beberapa hari yang lalu. Buru-buru Tina mengonfirmasinya. Dialah Edi Listyanto, pangeran di hati Tina, seorang lelaki berwajah mirip Andy Lau. Tina juga memanggilnya dengan sebutan khusus, yaitu El. Setelah 5 tahun, akhirnya El muncul kembali, masih dengan wajah tampan menghias foto profil akun Facebook-nya.

Hari-hari Tina menjadi berwarna-warni. Semua kegiatannya dilakukan dengan riang. Senyum selalu tersungging di bibirnya. Ia selalu tak sabar menantikan saat-saat duduk di depan layar komputer, di sela-sela kegiatannya. Ia tahu El hampir selalu online.

Kita ketemuan yuk, Yut

Mauuuu!!! Aku kangen banget sama kamu, El!

Ayo, kita ketemu di warung mi ayam favorit kita. Sabtu sore ya, Sayang. Bisa gak?

Tina mempertimbangkan kegiatannya di Sabtu sore. Ia kemudian tersenyum lebar kala memperkirakan semua bisa diaturnya di waktu perjanjian itu.

Oke, Sabtu sore bisa. Kutunggu ya, Sayangku…

*****

Tina menyalakan komputernya dengan kasar. Meskipun cuaca Minggu pagi itu sangat cerah, namun hatinya berkabut. Ia merasa sebal dan sedih karena pertemuannya dengan El gagal. Ia telah menunggu lebih dari 2 jam, namun El tak jua muncul di warung mi ayam pada Sabtu sore. Ponsel El tidak aktif. Pesan yang dikirim Tina melalui kotak pesan Facebook juga tak dibalas.

El, kamu dimana?

Kok kemarin dak datang, El?

El?

El?

Eeeeeelll!

“Aaargh!” teriak Tina kesal.

“Ada apa, Mam?”

Tina terkejut dan menoleh ke arah sumber suara. Ia baru menyadari kehadiran Pras yang sedang duduk di sofa ruang keluarga rumahnya, sambil memegang koran pagi.

“Ah, tidak apa-apa, Pap. Cuma ini, loading-nya lambat,” dengan setengah gugup Tina menjawab pertanyaan lelaki yang sudah 4 tahun dinikahinya itu.

“Oh ya? Padahal biasanya Minggu pagi lancar loh,” Pras kembali menekuni bacaannya.

“Ya sudah. Mami mau ke depan dulu, siapa tahu tukang sayur lewat.”

Pras melihat istrinya menutup halaman browsing-nya sebelum berjalan ke luar. Pras sangat paham bahwa istrinya tidak pernah log out dari setiap akun jejaring sosialnya. Seperti beberapa hari yang lalu, saat kebetulan laptop yang biasa ia gunakan untuk berselancar di dunia maya tertinggal di kantor, Pras lalu menggunakan komputer yang ada di ruang keluarga. Tak perlu waktu lama untuk memahami bahwa sedang ada hati lain yang menjadi tempat labuhan hati istrinya, Tina.

Pras meletakkan koran pagi yang belum semua berita dibacanya ke atas meja. Ia hanya perlu membaca sebuah berita  penting yang ada di halaman depan. Sambil tersenyum puas ia lalu menyusul istrinya ke depan.

“Mamii, tunggu papi. Kalau ada tukang roti lewat, papi dibelikan yaa…” teriak Pras sambil berjalan menyusul istrinya.

“Iya, Papi sayang,” sahut Tina dari depan.

Koran pagi teronggok di atas meja ruang keluarga. Sebuah berita utama tertulis di atasnya yang berbunyi, “SEORANG PRIA BERWAJAH ORIENTAL BERINISIAL EL TEWAS DITIKAM DI RUMAHNYA”

About these ads

39 thoughts on “Koran Pagi

  1. Flash fiction yang menarik, Mbak Akin. Saya sempat salah menduga akhir ceritanya, ternyata lebih dari yang saya kira. Bagus! Salah satu contoh akhir cerita yang tragis dari cinta segitiga.

  2. Pingback: Cerita Unik di Balik Nama Game Klasik | inspirasi.me

  3. Pingback: Akhirnya, Ini Dia Pemenangnya | Elfarizi

  4. Pingback: [Humor] Patah Hati | kocokocak.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s