Puding Cake Sisa Lebaran

Saat lebaran banyak makanan? Memang hampir selalu seperti itu pada kebanyakan keluarga muslim Indonesia. Namun yang sangat disayangkan adalah bila makanan tersebut ternyata masih banyak bersisa setelah beberapa hari usai lebaran dan berujung ke tempat sampah.

Meskipun tak berlimpah, namun kuanggap makanan di rumahku cukup banyak. Syukur alhamdulillah di hari lebaran kami juga mendapatkan kiriman dari tetangga kiri dan kanan. Ada soto, lontong, dll. Jadi rendang emak masih bersisa. Hampir setiap tahun emak memasak rendang yang dimakan bersama buras (sejenis lepat yang terbuat dari beras). Emak tak kehabisan ide. Saat buras habis, maka beliau lanjut membuat dadar dari adonan tepung untuk menemani makan daging.

Selain masakan, tak jarang kue-kue atau cake juga bersisa saat lebaran. Saat kemarin aku ke rumah tante, aku sangat sedih saat melihat bolu gulung yang berukuran lumayan besar dan masih lebih dari separuh, sudah mulai dihiasi oleh jamur berwarna abu-abu. Bolu ini adalah pemberian teman om. Karena kulkas beliau sudah terlalu penuh oleh berbagai bahan, sehingga bolu ini tak bisa disimpan di lemari pendingin itu dan nasibnya tak terselamatkan. Akhirnya bolu itu kucacah untuk diberikan kepada ayam-ayam peliharaan omku.

Ternyata kue tanteku bukan cuma itu. Masih ada cake lapis dalam kotak. Alhamdulillah kondisinya masih baik. Kupikir-pikir, dari pada cake ini bernasib sama dengan bolu gulung tadi, lebih baik aku segera melakukan tindakan penyelamatan. Cake itu kemudian kuminta dan kubawa pulang.

Saat di rumah, aku dan emak mulai beraksi mengolah sisa cake itu. Cara yang paling ringkas adalah dengan dibuat puding. Alasannya adalah biasanya orang cenderung eneg bila banyak-banyak makan cake, terlebih lagi bila ada krimnya. Jadinya kami memutuskan menambahkannya pada agar-agar dan cake itu pun berubah penampilan.

Bahan-bahan yang diperlukan hanya agar-agar, santan, gula merah, telur dan cake sisa lebaran. Cara membuatnya pun super gampang. Agar-agar direbus bersama santan dan gula merah yang sebelumnya sudah dilarutkan. Takarannya juga disesuaikan saja dengan petunjuk pada kemasan agar-agar, atau menurut kebiasaan saja. Jangan lupa untuk terus mengaduk larutan agar-agar hingga mendidih. Tambahkan kocokan telur. Tuangkan agar-agar ke loyang, lalu tata cake di atasnya dengan sambil ditekan-tekan supaya agar-agarnya meresap ke dalam cake.

Gambar di atas adalah penampakan cake yang sudah ‘direndam’ dalam agar-agar. Karena cake-nya lumayan banyak, loyang yang satunya juga diberi cake. Di bawah adalah puding yang sudah kupotong-potong. Lumayan terlihat penampang cake-nya.

Alhamdulillah kami bisa menghindari pemubaziran. Rasa agar-agar yang diolah dari perpaduan santan dan gula merah adalah sebuah resep tempo dulu yang selalu kusukai. Potongan cake yang ditambahkan pada agar-agar itu membuat rasanya semakin kaya. Lalu irisan-irisan puding itu sudah siap kuhantar ke rumah sanak famili. Apakah sahabat juga mau? :D

Bagaimana dengan lebaran di rumah Sahabat? Apakah banyak makanan yang tersisa pula? Semoga tidak mubazir ya… :)

About these ads

14 thoughts on “Puding Cake Sisa Lebaran

  1. Kue yang gampang rusak kami embat dulu say agar tak mubazir. Kue kering dan kacang2 bisa agak awet kan.
    Bagus tuh kreasinya. Di bawa ke kantor ya

    Semoga sukses kusinya

    Salam hangat dari Surabaya

  2. tahun ini kami juga irit deh kin…, pesan kue2 secukupnya saja, supaya nggak mubazir
    tahun kemarin kan banyak nyisa …,meskipun udah dibawa ke puskes ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s