Motor Cowok

“Kalau nyari pacar, lihat-lihat tunggangannya. Ninja atau Tiger.” :D

Itu adalah kalimat yang pernah kudengar di kalangan gadis di kotaku. Seingatku, sekitar di masa-masa aku kuliah dulu, banyak di antara kawan-kawanku yang bahagia dan bangga banget bila bisa menggaet pacar yang menunggani motor besar/motor cowok. Saat itu motor cowok yang sedang ngetrend adalah jenis Ninja dan Tiger. Sekarang sudah semakin banyak jenis lain dari merek-merek yang beredar di Indonesia dan harganya pun sangat mahal.

Mungkin karena merasa keren saat sedang menunggangi motor cowok, maka banyak lelaki yang berusaha memiliki sepeda motor kelas premium yang harganya berpuluh-puluh juta rupiah itu. Ada yang berusaha menabung hingga dapat membelinya secara cash, tak sedikit pula yang membelinya dengan cara kredit dengan cicilan yang hampir menghabiskan gaji sebulan.

Beberapa bulan belakangan ini, motor cowok sedang menjadi trending topic dalam keluargaku. Kami heboh saat mengetahui salah seorang sepupuku, laki-laki, membeli sepeda motor besar. Banyak anggota keluarga yang menyayangkan keputusannya.

“Coba beli mobil bekas saja. Kan mobilnya bisa dipakai untuk berdagang…”

“Duh, kenapa beli motor mahal-mahal. Buat apa… Coba beli yang murah saja…” dan berbagai komentar lainnya.

Aku membelalakkan mata saat pertama kali melihat motor besar itu parkir di pelataran rumah. Memang sepupuku itu tinggal di rumahku. Tanpa sadar hati berbicara, “Wah… pasti dia beli motor seperti ini cuma buat keren-kerenan. Pasti buat menggaet cewek cantik nih…”. Namun kemudian aku berpikir, biarlah sudah dia membeli motor besar itu. Kasihan juga, karena motornya yang dulu sangat butut. Bahkan saking bututnya, saat dijual hanya laku seharga Rp 800.000.

Kalau emak sih turut menyayangkan motor pilihan sepupuku itu. Biasanya emak meminta bantuannya untuk membawakan barang belanjaan emak dari pasar. Kini dengan motor seperti itu, sudah sangat sulit. Bahkan saat akan membawa sampah ke tempat pembuangan saja, sepupuku harus meminjam motorku. Emak juga mengeluhkan sulitnya naik ke sepeda motor besar itu saat akan memboceng dengan sepupuku.

Sepupuku yang lain ada juga yang pernah membeli sepeda motor besar. Katanya, dia memilih motor seperti itu bukan untuk gaya-gayaan, namun karena kapasitas mesinnya besar sehingga lebih nyaman digunakan untuk perjalanan jauh. Akhirnya aku sedikit paham dengan penjelasan itu.

Ehm, sebenarnya aku merasa kesal juga dengan motor pilihan sepupuku itu. Karena aku jadi tidak bisa meminjamnya! Maklum saja, karena aku selalu mengenakan rok. Seandainya saja motornya berjenis bebek atau matic, mungkin sudah sering kupinjam untuk pergi kesana-sini. *ngikik

About these ads

40 thoughts on “Motor Cowok

  1. sesekali pinjem aja Kin.. nyamar jadi lelaki.. hehhe, bundo juga susah mbonceng motor kayak begitu, krn kebiasaan bonceng nyamping.

  2. Intinya sebetulnya ada di bagian akhir …
    Sebuah curhat … Karena jadi nggak bisa pinjem motor

    Sssttt …
    Jangan bilang-bilang ya … Di lingkungan teman teman saya … Motor laki seperti ini … Disebut … Motor jambret …

    Qqqqiqiqi

    Salam saya

  3. Jangan sekali kali pakai motor itu lho Mba akin, nanti Ceweknya ilang. .. :lol:
    Di Daerahku motor model begitu sudah banyak di pakai perempuan lho mba akin, tapi aku ngliatnya jadi gimanaaa gituuuu. :)

    • Kalo cewek pakai motor gitu, kasian banget. Kalau misalnya motornya bermasalah, bannya bocor atau apaaa gitu, berat banget ndorongnya sampai ke bengkel…

  4. Saya masih nyaman naik sepeda motor bebek, :) Ada juga tawaran dari dealer untuk ganti sepeda motor dengan iming-iming dp murah meriah, tapi saya tetap dengan pilihan sepeda motor yang sekarang.

  5. maklum, rata – rata ada anggapan. Motor itu menunjukkan kejantanan seorang cowok..
    mungkin itu alasannya saya gak laku – laku.. hehe
    *pasrah

    salam kenal

  6. pernah ada pengalaman seseorang teman…bahwa keinginan membeli mobil second seharga Kawasaki Ninja. Awalnya sang orang tua tidak menyetujui karena dia prefeer anaknya menggunakan mobil dibanding motor. Namun karena sang anak berhasil membujuk, akhirnya yg terbeli adalah motor kawasaki ninja. Belum beberapa bulan, ternyata ceritanya sang anak mengalami kecelakaan hebat dengan motor itu dan meninggal dunia. Sang orang tua pun, menyesal kenapa bisa terbujuk rayu membelikan motor….Nasi Sudah menjadi bubur…

  7. sepupu saya juga ada yg punya seh, krn pke duit dia. jdi gak ada yg protes..
    naiknya susah mbak..
    tpi enaknya naik motor kyk ini, klo isi bensin, org yg bwa sma boncengannya gak perlu trun. tinggal diisi j didepan..hehe

  8. Pingback: Antri di SPBU « Try 2B cool 'n smart…

  9. Pingback: Produk Lokal Pecahkan Rekor Menjalankan Kendaraan Tanpa Oli | ambangbatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s