Telur Asin

Hanya dalam hitungan hari kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Saat membaca tulisan di BlogCamp tentang peluang usaha di bulan Ramadhan, aku jadi mendapatkan ide. Tempat kerjaku berada di ujung kota dan jarang terdapat warung makan. Jadwal kerja kami 3 shift, sehingga kemungkinan besar saat sahur atau berbuka puasa kami berada di puskesmas. Jadi yang kupikirkan adalah berdagang telur asin di tempat kerja. :D

Gambar dari sini.

Entah sejak kapan, banyak orang yang suka membeli telur asin selama bulan Ramadhan. Di warung emak biasanya penjualan telur asin meningkat. Yang dijual emak adalah yang mentah. Bisa jadi karena alasan kepraktisan, telur asin dipilih sebagai lauk saat sahur. Tinggal direbus saja.

Kebetulan di tempat kerjaku juga banyak yang suka makan telur asin. Menurutku berjualan telur asin rebus bisa menjadi peluang usaha kecil-kecilan untuk mengeruk, eh kata Pakdhe Cholik bukan mengeruk, tetapi menjemput rejeki. Lumayan kalau bisa dapat keuntungan seribu atau dua ribu rupiah (insya Allah). :)

Ini adalah ideku untuk mengisi peluang usaha di bulan Ramadhan, apakah Sahabat juga ingin memanfaatkan peluang ini? Tentu saja dengan tidak meninggalkan kewajiban ibadah kita.

Oh iya, apakah sahabat juga suka makan telur asin?

30 thoughts on “Telur Asin

  1. Aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!!
    Di pasar deket rumah ada tuh yang jualan telor asin dan enak banget, kuningnya nggak amis, nggak kayak telor asin laen.
    Tapi aku baru ngeh kalau itu bisa jadi pilihan buat sahur. Iya juga, ya :D

  2. Wow.. BIasanya aku beli telour asin di pasar malam…

    Emang agak aneh org Indonesia… Bulan puasa tapi konsumsi bahan pangan meningkat… :D

  3. saya gak begitu doyan telur asin Kak, kalau telur dadar plus saya mau… :)

    sukses buat usaha kecilnya Kak

  4. Wahhh, ada pengusaha nih Ramadhan nanti hohoho.
    Aku ga terlalu suka Ka, kalo ada sih ya dimakan, tapi belom pernah beli/masak sendiri.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb,

    Saya juga suka makan telur asin, mbak. Cuma di usia sebegini dikurangkan kerana kandungan garamnya yang tinggi. Saya selalu makan telur asin bersama dengan nasi goreng. Wah.. meningkatkan selera aja melihat foto telur asin yang masak kemerahan. Itu tandanya cukup gaul waktunya.

    Saya baru tahu, rupanya di Samarinda orang suka bersahur dengan telur asin ya. Kalau di Malaysia, telur asin banyak diproses dan dijual oleh orang Cina.

    Kalau di sana, telur asinnya dari telur itik (duck) ya mbak. Apa pernah makan telur asin dari telur ayam ?

    Salam mesra selalu. :D

  6. Pingback: 100 %, Ceria bersama WB. « Langkah Catatanku

  7. Kalau abon sapi gimana Mbak Akin? Apakah orang sana juga suka abon? Nah bisa jadi temanan telur asin tuh..Atau pas emak bikin kering tempe, tinggal masukan ke dalam kantong2 plastik, bisa juga jadi alternatif menu buka puasa darurat? Selamat berbisnis di bulan puasa ya Mbak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s