Ah, Aku Malu

Aku teringat dulu pernah ada iklan ponsel di televisi. Saat itu diiklankan ponsel yang bentuknya kecil, sampai-sampai tak terlalu terlihat saat seorang perempuan sedang menelpon, karena tertutup rambut. Laki-laki yang duduk tak jauh darinya merasa ge-er karena mengira perempuan itu sedang tersenyum padanya, padahal si perempuan sedang menelpon orang lain.

Masa sekitar 10 atau 11 tahun yang lalu itu memang peralihan dari ponsel yang berukuran jumbo ke ponsel berukuran mini. Semakin kecil ukuran ponsel, semakin mahal harganya dan semakin keren juga penggunanya.

Masa sekarang sudah berbalik. Kini ponsel kecil bukan lagi merupakan sebuah prestise. Bahkan ada kecenderungan kini ukuran ponsel lebar-lebar, dengan lebar layar 3 hingga 7 inchi. Ukuran ponsel yang besar memang sesuai dengan fungsinya yang kini semakin banyak, bukan hanya sekedar untuk menelpon dan mengetikkan pesan singkat.

Lalu apa kaitan antara ponsel dengan judul di atas?

Beberapa hari yang lalu saat aku sedang memilih-milih kurma curah di box di sebuah supermarket, ada seorang ibu berjilbab yang juga memilih kurma. Aku mendengar ia sedang berbicara dan aku menangkap kata “memilih-milih” di antara kalimatnya. Kupikir ia sedang berbicara denganku, karena kami sama-sama sedang memilih.

Lalu aku menyahut, “iya nih, Bu. Kurmanya harus dipilih, supaya tidak terambil yang keras-keras. Kasihan orang tua yang mau makan kurma.”

Aku melihat ibu itu tersenyum dan aku pun membalas senyumannya. Namun ada satu hal yang aneh menurutku, ternyata ibu itu terus berbicara, bahkan saat melangkah menjauh dariku ke sisi box yang lain. Ternyata eh ternyata, ibu itu sedang menelpon! Dalam hati aku ingin nepok jidat. Ya, ibu itu berbicara dengan headset di balik jilbabnya dan sebuah talipon bimbit berbodi lebar yang sedang ngetrend itu mengintip dari sakunya.

Ah, aku malu!

Ternyata sedari awal ibu itu sedang menelpon orang lain, bukannya berbicara padaku. Untung saja wajahku tak memerah. Aku tetap saja meneruskan kegiatanku memilih-milih kurma, namun dalam hati ingin juga segera menjauh dari tempat itu. :D

Apakah Sahabat pernah mengalami hal seperti yang kualami ini?

About these ads

28 thoughts on “Ah, Aku Malu

  1. Sering kak …
    dan saya paling sebel …
    Mbok ya o … kalo sedang telpon itu … perlihatkanlah …. supaya tidak salah sangka …
    hahahah

    salam saya Kak

  2. hehehehe…belum pernah sih mbak kalo org yang nelpon. tapi pernah nih saya salah sangka kukira saya dipanggil pas balik ternyata bukan saya..mana sudah senyum lagi hehehe tengsin banget mbak..mending kabur deh

  3. wkwkwkwkwk. .

    Selamat ya mba, itu adalah surprise buat kakakin. . . :lol:
    Jika ada orang sedang berbicara, lihatlah matanya.
    Apakah mata itu tertuju pada kita? :mrgreen:

    Malu tapi mau, malu tetap maluuuu. .. :D

  4. iya neh, prnh juga ngalami dengan teman kantor…karena dia ngomongnya gak lht saya jd di kiranya saya ngajak bicara padhl saya lg bicara dengan org di HP #bukan salah saya kan?

    • Wah… lain kali keknya aku mesti hati-hati nih kalo ada teman yang ngomong. Mungkin sebelum menjawab, aku perlu nanya dulu, “kamu sedang bicara sama aku ya?”
      Hehe…

  5. Aku malah blom pernah kayak gitu, Kak. Tapi kalau nanggepin obrolan orang yang lagi ngomong sama orang laen, sering banget kejadian kalo lagi di kantor, hihihi.. tengsinlah, jadinya diketawain seisi ruangan :D

  6. gpp Akin.. biasa kejadian spt itu.. daripada kita nyangka ibu tsb telponan, pas dia bicara kita diem ajah, pdhl beneran ngomong ke kita.. hehhe.

    benar juga saran idah.. tatap matanya utk memastikan.

  7. Tidak pernah, Mbak! untuk kejadian saat memilih kurma, tapi untuk kejadian lain, pernah :) apa itu? mm…kasih tahu nda ya? pokoke, cukup diambil hikmah dan pelajarannya saja deh.

  8. pernah Kin, sama teman kerja sendiri,
    kukira dia ajak aku ngobrol, taunya telponnya diselipin di jilbab…, mulut tetap ngobrol di telpon, tangannya juga tetap bungkus obat

  9. Tidak mengapa, daripada ternyata ibu tsbt sedang bicara pada kita dan kita tidak merespon. Selamat menikmati kurma pilihan. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s