“Kalau begini terus, ini sih judulnya ‘Hari Anak Nasional’,” Tini menghempaskan pantatnya di atas salah satu kursi di UGD, sambil memijat-mijat lengannya yang pegal.
Sejak awal dia datang pada giliran jaganya sore itu, Tini belum sempat duduk sedikitpun. Pukul 14.00 ia memulai shift sorenya dengan disambut oleh kejadian sebuah mobil antar jemput anak sekolah yang terbalik. Ada 8 orang anak Sekolah Dasar yang menjadi korban. Tidak ada yang mengalami cedera berat, namun ruang UGD dipenuhi oleh suara tangis mereka yang lukanya sedang dibersihkan.
Sementara Tini dan rekan-rekannya menangani anak-anak korban kecelakaan, tiba-tiba seorang bapak tergopoh-gopoh memasuki UGD sambil menggendong anaknya yang berkali-kali muntah.
“Suster! Tolong anak saya! Dia muntah terus sejak pagi.”
Tini meninggalkan korban kecelakaan dan berlari menangani anak yang tampak sangat lemah itu. Dokter menginstruksikan agar anak itu segera dipasang infus.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah pintu UGD. Serombongan keluarga menyeruak masuk. Tini melihat seorang anak dalam gendongan ibunya. Badan anak itu kaku. Sebuah sendok terselip di mulutnya untuk mencegah lidahnya tergigit.
“Baringkan anaknya disini, Bu.” Yana yang sudah selesai menangani pasien kecelakaan, segera melakukan perawatan pada anak yang kejang itu.
Tini melihat sudah ada mahasiswa praktek yang membantu Yana, jadi ia meneruskan kerjanya memasang infus pada anak yang muntah-muntah. Anak itu meronta.
“Linda, temani saya pasang infus.” Akhirnya Tini memerlukan bantuan rekannya untuk memasang infus. Keringatnya bercucuran. Meskipun anak ini sedang sakit, ternyata masih ada tenaganya tersimpan.
Setelah anak yang kejang, berturut-turut masuk pula anak yang batuk pilek, alergi dan disengat tawon. Kemudian yang terakhir ada anak yang terinjak pecahan beling saat bermain-main di sungai. Benar-benar menguras tenaga petugas UGD yang sedang jaga pada sore hingga malam itu.
Yana kemudian terduduk di samping Tini. Iapun turut memijat-mijat lengannya. Biasanya perawat bukan hanya betisnya saja yang besar karena mesti mondar-mandir kesana-kemari, tetapi lengannya juga besar-besar.
UGD sudah mulai tenang. Pasien yang boleh pulang sudah dipulangkan. Sedangkan pasien yang harus dirawat inap satu persatu diantar ke ruang rawat.
“Pasien anak-anak semua, Yan. Pada ngamuk lagi.”
“Iya nih. Memang benar-benar ‘Hari Anak Nasional’ judul hari ini,” Yana beralih memijat-mijat kakinya.
Tini melihat jam di dinding. Masih tersisa 1 jam sebelum giliran jaganya berakhir di pukul 21.00 nanti. Tetapi perutnya sudah keroncongan, karena ia telah mengeluarkan banyak energi.
“Yan, kita isi perut dulu yuk. Lapar nih.”
“Iya deh. Kita makan di kantin depan UGD saja ya, tidak usah jauh-jauh.” Usai meminta ijin, mereka berdua kemudian melangkah keluar UGD.
“Semoga cukup ‘Hari Anak Nasional’ saja judul kita malam ini.” Yana mengunyah perlahan mi goreng sea food-nya.
“Semoga. Kakiku mau copot rasanya,” Tini menimpali sambil menyeruput teh panas. Pandangan Tini menyapu bagian depan UGD. Masih ada beberpa orang yang sedang antri di apotek.
Tiba-tiba datang sebuah mobil bak terbuka mengangkut banyak orang berkaus oranye. Tampaknya seperti supporter bola. Kemudian di belakangnya menyusul sebuah mobil bak terbuka lagi yang mengangkut orang-orang berkaus merah. Wajah mereka babak belur dan banyak darah disana-sini.
“Yan, sepertinya ‘Hari Anak Nasional’ bukan judul terakhir malam ini. Masih ada judul lain menanti kita.” Tini lalu menarik tangan Yana dan berlari menuju UGD.
________________
Jumlah : 499 kata
hehehe bisa aja mba akin
saya pilih tentang apa ya kali ini
Haha.. dibisa-bisain aja nih, Mbak Nique
Waah…ekstra kerja keras Tini dan Yana…
guud luk kontesnya mba
Banget
Tapi untungnya sempat ke kantin
Nah…ini based on pengalaman pribadi banged hihihi…
Psst…jadi betis sm lengan gede nih Ka? *kabuuuur*
#nglirik betis dan lengan yang gede2…
waw, keren critanya. aku suka bingung kalo judulnya ditentukan. hehe
Hehe… Ini juga mencoba untuk mencari tema cerita yang bisa dipakai
Pengalaman yang pasti tidak terlupakan ya tante…
Hmmm udah lama ngak kemari, apa kabarnya nich tante..
Alhamdulillah Tante Akin baik-baik aja.
hebat, mbak! emang bener-bener melayani masyarakat.
insya Allah… Semoga memang benar demikian adanya
keren keren keren
ayik bangets dah…
Cool cool cool
Wah, satu kata lagi bisa jadi 500 pas.
Kurang, boleh. Lebih, jangan
makan di UGD bisa kak?
Di pantri bisa sih…
Tetap semangat ya
Makasih
Tapi, Mas, kok namanya nggak pake link ?
judul selanjutnya ama Ka? ngebayangin lagi makan, trus ada pasien berdarah2, rrrrrr *salut untuk pengalamannya. eh iya kan? pengalaman? *soktau
Hahaha… ditambah dengan imajinasi yang sedikit lebay
hahaha, ternyata kejadian di RS itu banyak judulnya ya kak.. ide nya mantep euy.. tak terasa FF pun berakhir..
Hehe… kalau di tempat kerjaku, kami sering memberi ‘judul’ hari yang sedang kami lewati di tempat kerja. Misalnya bila kebetulan pasien hari itu kebanyakan ibu2 yang mau suntik KB, kami memberi judul ‘Hari KB sedunia’
“Biasanya perawat bukan hanya betisnya saja yang besar karena mesti mondar-mandir kesana-kemari, tetapi lengannya juga besar-besar.”
Baru tahu saya kalo perawat betisnya besar…
Hehe… mungkin rumah sakit jaman dulu, koridornya panjang-panjang. Jadi bakalan capek banget deh…
kantin? biasanya nunggu abang bakso…
Hush! Jangan buka2 rahasia dong…
emangnya rahasia ya? ya dah,tak tutup lagi..
super creative ide-nya. Membuat orang yang membaca tersenyum walaupun merasa prihatin saat mengakhiri bacaan.
Salam kenal Kaka Akin.
Terima kasih telah membaca tulisan saya
Salam kenal juga
capek dan letih ya mbak, kalau kejadian itu terjadi. Pasien keluar masuk dan datang. Semoga jika hal itu terjadi dapat ditangani dengan baik
tauran massal supporter bola kan judul selanjutnya
Kaki dan lengan sedikit besar? pantasan saja para Suster RS semua padat berisi,,, cantik semua lagi….
Judul berganti, memijat kaki sendiri..
Mie Goreng seafooodnya dihabiskan dahulu Bu Suster,…
nah lo, trus siapa tuh yang dateng bergelombol begitu, “penasaran” ^_^
Akiiiiiin…
Untunglah aku bukan suster atau dokter yang kerja di UGD….
Harus kuat mental kayaknya yah Kin….
Adek ku tahun depan mulai Co As tuh Kin…
dan lagi stres setiap kali denger cerita senior2nya yang di UGD…
Kasus nya pada mengerikan katanya…
salut lah buat para dokter dan suster
Saleum,
Mengasah keaktifan jari untuk menulis dalam jalinan kata yang mempesona. hehehe
iya, masih ada judul yang lain…
oke deh, semangat terus….
lurusin badan dulu kak..
saya ada diantara suporter itu loh Kak
akhirnya saya ga ikutan ff..hehehe…
kak, dari pengalaman pribadi banyak hal yg bisa diambil untuk dijadikan bahan cerita ya,,,thumbs up…^^
alhamdulillah masih sempat isi perut sehingga masih ada tenaga untuk mengatasi pasien berikutnya
apa kabar tante?
sukses ya untuk semuanya…