“Aw!”
Widi terkejut. Saat ia sedang melamun, tangannya tiba-tiba ditarik kuat oleh seorang lelaki yang tak dikenalnya. Jerit kesakitan keluar dari mulut Widi, tetapi diabaikan oleh lelaki itu. Widi berusaha berontak, namun ia tak kuasa melawan tangan kuat yang terus menyeretnya ke tepi panggung.
“Sekarang giliranmu tampil.” Ucap lelaki itu pelan tapi tegas.
Widi hanya tercengang memandangi wajah lelaki yang masih mencengkeram tangannya itu. Jerry Yan. Itulah yang terlintas di benaknya saat melihat wajah lelaki itu, lengkap dengan dua lesung yang menghiasi pipinya. Rambut yang sedikit gondrong, membuat lelaki itu semakin mirip dengan aktor favoritnya itu.
“Ayo, buruan. Tadi di telpon kamu bilang bersedia untuk tampil di Stand Up Comedy. Ini mikroponnya.”
“Tapi…”
“Sudahlah, kamu sudah ditunggu audien.”
“Tapi aku belum ada persiapan.” Akhirnya ada kalimat yang keluar dari mulut Widi.
Dengan terpaksa ia menerima mikropon yang dijejalkan ke tangannya. Pandangan Widi beredar ke seluruh penjuru cafe tempat acara Stand Up Comedy diadakan di kotanya. Awalnya ia hanya ingin melihat-lihat saja, bagaimana sebenarnya sensasi menyaksikan acara itu secara langsung.
Namun kini Widi tiba-tiba ditodong untuk tampil, naik ke atas panggung dan membawakan kisah-kisah seru, lucu dan gokil a la Raditya Dika. Ia adalah makhluk manis. Widi merasa selama ini ia belum pernah berperan sebagai pembawa canda dalam pergaulannya.
Dorongan lembut di bahu Widi mengantarkannya ke tengah panggung. Kakinya lemas tak karuan dan keringat ia rasa membasahi punggungnya. Dengan modal sering ikut lomba baca puisi tingkat SD, Widi memberanikan diri berdiri di hadapan puluhan bahkan ratusan pengunjung cafe malam itu.
Sebelum Widi memulai penampilannya, pembawa acara memperkenalkannya terlebih dahulu kepada pengunjung.
“Ladies and gentlement, please welcome seorang emak-emak, ibu rumah tangga. Inilah Endang Setya!”
Tepuk tangan mengguruh. Suitan terdengar disana-sini.
“Hidup emak!” Teriakan beberapa orang pengunjungpun tersengar menyambutnya.
Widi tertawa terbahak-bahak. Rasanya ia sudah punya bahan untuk membuka penampilannya malam itu.
“Selamat malam, Ibu-ibu, Bapak-bapak, semua yang ada di sini.”
Lagaknya Widi menirukan gaya goyang gergaji ala Dewi Persik, padahal kalimat yang diucapkannya sebelumnya adalah potongan lagu Inul Daratista. Sebodo amat, pikirnya. Ini adalah panggungnya. Meskipun mikropon hampir lepas dari pegangannya karena tangannya basah oleh keringat, ia berusaha untuk terus maju.
“Pertama-tama, saya mau meluruskan sesuatu. Nama saya bukan Endang Setya. Saya bukan emak-emak. Saya masih lebih ting-ting dari pada Ayu Ting ting. Tapi karena saya sudah berdiri disini, maka saya akan melakukan apa yang semestinya orang lakukan saat berdiri di panggung ini. Bener begitu kan?”
Widi senang, ia mendapat respon positif dari audien. Tanpa terasa mengalirlah candaan yang pernah didengarnya saat di kampus. Inilah saatnya menceritakan kembali. Anggap saja seperti membaca puisi, namun kali ini dengan gaya yang harus bisa membuat orang tertawa.
Dengan sudut matanya Widi melihat lelaki mirip Jerry Yan itu berbicara dengan seseorang. Widi menduga, orang itulah Endang Setya, yang mestinya tampil.
Setelah Widi selesai tampil, lelaki itu mendekatinya.
“Maaf, tadi aku memaksamu tampil. Ternyata kamu bukan Endang Setya.”
“Hehe, aku tadi sudah mau ngomong begitu. Tetapi kamu memaksaku terus.” Ucap Widi sambil tertawa renyah.
“Perkenalkan. Namaku Jerry. Namamu siapa?”
Widi tertawa terpingkal-pingkal sebelum sempat memperkenalkan diri.
sudah 3 blog ygnulis ff ini kak. ceritanya seru2 nih
Ikutan rame-rame nulis, Mbak.
Judul yang sama, cerita yang beda
keren Kaka Akin ceritanya.. salam kenal ya..
sy penggemar standup comedy
Makasih ya…
Salam kenal juga
wah udah jadi juga … aku blom lho hiks
*sambil meres otak … tinggal 1.13menit menuju 00.00 hiks*
Loh, waktunya cuma sampai jam 10 aja. Bukan jam 12.
jiah su telat dong tadi malam yak
gpp deh, maklum hari pertama hehehe
moga2 yg hari ke-2 bisa tepat waktu tayangnya
ayu mba semangat!
namaku gaphe.. hahah, ini semacam standing comedy gitu ya?.. wih, kak akin pinter bikin short fiction jugaa.. baguus >.<
Aku lagi ikutan program #15HariNgeblogFF hari pertama nih, Phe.
Insya Allah, kalo sempat, tiap hari updatenya Flash Fiction
Pingback: [#15HariNgeblogFF] Daftar tulisan judul [1] Halo, siapa namamu? « Philophobia
ini namanya pucuk dicinta ulampun tiba
Hehe… lumayan… jadi berani nampil di standUp comedy…
Tapi, aku sih gak bakal berani
Lucuuuu
*ada jerry yan pula, jadi sibuk bayangin*
Jangan ketinggalan lesung pipinya ya…
Ini harus fiksi ya Mbak? kok dari posting isinya tentang fiksi..
Uh.. si Jerry ganteng-ganteng tapi salah orang..
FF atau flash fiction, Mbak Yuni.
Hehe… meskipun salah, yang penting tetap ganteng, Mbak
namaku R10, tolong jangan minta aku maju kedepan, aku kan pemalu :malu:
Aku lebih pemalu lagi, Rio.
Ya kan? Ya kan? #nengok kiri kanan
hahhaha..
eh, ini dalam rangka apa kakak?
barusan tengok tempat mbak nik kayaknya ada yang kaya beginian
#15HariNgeblogFF, Mel.
Hari ini baru hari kedua.
Seru2an update blog pake FF
Kalo mau ikutan lihat disini http://celotehwangi.wordpress.com/15haringeblogff/
asiiikk kaka akin ikutan
lucu, mba ceritanya. hihihii
hehe… seru kan, Put
Tapi aku belum mikir untuk yang hari #2
Saleum,
sesuai dengan FF ya mbak, singkat dan pasti. hehehe… sukses FF nya mbak,
saleum dmilano
Fiksi yang singkat-singkat aja, Mas
Judul boleh sama, cerita harus beda..
Keren idenya keren tulisannya..
Hehe… bingung juga nyari idenya, Mas
huhu, kalau saya jadi seperti widi, saya pasti udah pingsan berdiri di panggung dan disuruh ngomong bercanda~
Sama kita, Gung!
Toss
senengnya baca postingan serentak dengan judul yang sama namun isinya berbeda. semoga bisa lengkap 15 hari ya Mba
Keknya gak yakin bisa ikutan 15 FF. Soale tulisan lain juga mendesak mau publish
Widiwww.. Jerry Yan, euy
Suit…suit…
hohoho…keren Ka. mana yg kedua?
Masih belum nemu pangsitnya, Rin. Hehe…
wuiihhh..
seruu juga niiihh..
ikutan aaahh..
kebetulan lagi agak garing ide mau nulis apaan..
hahahaahh
Daripada One bingung mau posting apaan, mending ikutan seru2an bikin flash fiction. Tiap hari dengan tema yang berbeda
Koq iso sama ya mbk
Jerry Yan kesasar kali tu
Hehe… jadi pengen ketemu Jerry Yan beneran
Namaku…?? Lupa
Pingback: Dag Dig Dug « Try 2B cool 'n smart…
kaka ceritanya keren , salam kenal
Hahaha, bisa gitu…
Kebetulan yang keren.
Namaku……oooowww…OOooo……Amnesia dadakan…
Salam kenal mbak…