Akhirnya kesampaian juga semalam bertemu dengan Putri Rizkia, pemilik blog mylitleusagi, yang kebetulan sedang berada di Samarinda. Sebuah kopdar yang unik, karena kami bertemu di malam Jum’at, di bawah pohon ketapang dan di tepi sungai Mahakam. Yang lebih spesialnya lagi adalah kami kopdar dalam gelap! Penerangan yang kami dapatkan hanyalah bias-bias dari kendaraan yang lalu lalang dan curahan cahaya rembulan. Jadi, perbincangan kami dihiasi oleh rasa was-was akan tercebur ke sungai yang sedang pasang, atau hewan-hewan yang kemungkinan ingin bergabung dengan kami.
Diawali dengan saling berkirim pesan singkat, aku dan Putri berjanji bertemu di hotel tempat dia menginap. Tak lupa Muammar juga diajak untuk kopdar. Kebetulan aku berangkat dari rumah emak di Samarinda Seberang, aku mampir untuk menculik mengajak Uchi. Sekitar pukul 20.30 WITA aku dan Uchi tiba di hotel. Ternyata Muam sudah duluan sampai. Putri memang belum tiba, karena ia harus makan malam dulu dengan rekan-rekannya. Tak lama kemudian Putri tiba dan satu hal yang kuingat saat melihat Putri adalah pesan singkat dari Om Vyan RH, yang menyarankan agar aku menyiapkan headphone saat berdekatan dengan Putri.
“Tempat yang dulu waktu Mbak kopdar dengan Oyen.”
Kurang lebih itulah yang diucapkan Putri saat kami memutuskan untuk menikmati Kota Samarinda di waktu malam. Tepian sungai Mahakam, dengan view Masjid Islamic Center. Sayang sekali suasana taman tanpa penerangan, bahkan cahaya petromaks dari pedagang jagung bakarpun tak ada. Namun ternyata suasana temaram ini tak menyurutkan semangat kami berempat untuk berbincang-bincang. Semakin lama, serangan nyamuk mulai berdatangan. Tanpa terasa, waktu menunjukkan beberapa menit sebelum pukul 23.00 WITA. Kami kemudian mengantar Putri kembali ke hotel.

Tak lupa, mampir berfoto di depan Islamic Center. Dibantu peneranan dari sorotan lampu depan sepeda motor Muam
Entah mengapa, tepian Mahakam cenderung selalu dibiarkan gelap tanpa lampu taman. Padahal suasana gelap seperti itu biasanya menjadi tempat orang untuk berbuat hal negatif. Terlebih lagi, kami jadinya tak mendapatkan cahaya untuk berfoto-foto ria. Saat tiba di hotel, barulah kami mendapatkan cahaya lumayan. Karena tak ada siapapun yang bisa dijadikan tripod, terpaksa kami ber-selca ria.

Ki-ka, Muam, Uchi, Putri, aku. Bukti kopdar... Meskipun wajahku hanya tampak separuh
Usai berfoto-foto di samping lobi, aku, Muam dan Uchi kemudian berpamitan dengan Putri. Sangat menyenangkan berbincang-bincang dengan Putri yang periang. Semoga lain kali bisa bertemu lagi dengan Putri dan kopdar sambil makan-makan, karena semalam pertemuan kami tanpa mengunyah.
Malam semakin larut saat aku dan Uchi melintasi jembatan Mahakam untuk kembali ke Samarinda Seberang. Semalam adalah kopdar yang paling larut yang pernah kualami.
Yes, this is the beauty of blogging ~ Om NH.
_______________________
Maaf ya, Sahabat. Aku belum bisa blogging dengan efektif, karena emak baru pulang haji, di rumah sedang banyak tamu. #alasan
waaaaaaaaaaaa… ada Izkia si sailormoon disana… pasti seru banget ya kak..
walaupun wajahmu hanya separo, tetep manis kok kak..
salam buat Sabblog (Sahabat Blogger) di Samarinda…
senangnya itu si Inon ketemu model Rabbani dari samarinda.
semoga Akin dan teman2 gak terlalu terganggu yaaa. xixi..
kopdar gelap2an?? itu jadi pengalaman tersendiri yang tak kan terlupa kak,,
kalau di tempat terang, kan sudah biasa, kalau sambil gelap2an, brarti luar biasa.. heheh
Waah..wah…bentol2 kaga tuuh di serang nyamuk
moga makin mempererat tali ukhuwah ya mba, setelah kopdar-an
)
oleh2 dari tanah sucii mau donkk… air zam2nya #ngarep
Whaaaa… bulan kemarin aku singgah di tempat yang sama …
wekekekeke….. diculik XD
baru turun dari bus kantor langsung di todong kopdaran =D
Tapi seneng bisa ketemu ma usagi tanpa tongkat bulan =D
rame walo cuma berempat dan gelap2an ahahaha….
weee, ternyata mas muam paling ganteng disana.. hahahahaha
dhe lupa udah kenal atau belum ma mbak putri.. kenalan lagi dah, salam kenal mbak putri.. si kaka cantik mo kenalan juga gk sama cewek manis dari Palembang?? hahahaha
wahh asyik yach kakaakin udah sering kopdar…..temannya jd makin banyak…..sayang yachh tempatnya gelap jd ngga ada foto2 yg bagus….
Nah yaa…kopdarnya gelap2an, mencurigakan *hihihihi*.
Hihi asiknyaaa…
Hm, Mbak Uchi kok tiap foto mukanya beda-beda sih~
ah, pingin ikutan
Jadi pengen ikutan euy
Btw Ka Akin kenapa wajahnya cuma setengah??
mbak Akin koq cuman separo?
hehehe..
si Mput gimana mbak?
tetep lucu gitu yak?
heheheh
Mudah2an Kakaakin gak langsung harus ke dokter THT , sehabis kopdar dengan Inon ya ….
salam
kan kakaAkin udah dipesen ama pa Tuo supaya pasang headphone ato sumpel pake kapas..
sana sini kopdar~
heheh
Subhanallah..
bahkan dalam kegelapan pun silaturahim bisa berjalan lancar ya, Kak ^_^
Aih, mau dimanapun tempatnya, kalo kopdar pasti menyenangkan!!
Jangan kasih tau Pakdhe, Ka. Ntar Pakdhe bilang gini: “kopdar tanpa makan yoooo.. keccuuuttt…rek!”
udah tanpa makan, gelap-geapan, di Malam Jumat, di bawah pohon ketapang…
takutnya nanti dari Sungai Mahakam muncul mayat..hiiiiii….
tapi bener-bener unik yah mba…kopdar sampe pukul 23.30 wita…
hehehehe…
Kopdar sampai malam begitu, anak 2 gadis ini berani amar? Pulangnya aman ksn?
Kirim salam sama emak, alhamdulillah, sehar kan Kin,
Semoga jadi hajjah mabrur
Kata om nh … This is the beauty of blogging
Kata pak de … Kopdar nggak makan-makan … Yo kechhuuttt …
Hahaha
Salam saya
Hihihi.. kopdarnya unik banget ya Kak!
it’s one of a kind..
ohya, Kakaakin selamat ya udah terpilih oleh para juri sbg salah satu pemenang Gurindam Muharam. ditunggu alamat dll-nya ya Kak! makasih
wow.. lagi kopdar nih.. gak masalah gelap-gelapan yang penting suasana hatinya terang-terangan
Haaaa haaaa haa haaa
Kopdar tengah malam
Di pinggir sungai mahakam,,
Tadi pagi aku lewat di tempat yg kita kopdar,, tempatnya bagus itu,,,
Sayang kemarin gelap ya,,
Kapan kapan kita kopdar lagi,,
Untung kemarin yg foto di depan hotel itu gak di omelin satpam ya,,
Thank you mbak akin,, mbak uchi,, dan muam,,
Postingannya nyusul ya,,
Setiap kopdar punya cerita,n btw kuping gak budeg kan :p
yang dateng pada bawa pake kuping cadangan…
kasian fotonya Kak Ain terpotong
seru ya kopdar samaputriusagi yang ramai tapi asyik
huh. makan2 aja yang dipikirkan
gelap…persis kayak PLN rumah saya, mati melulu…heee
kaakin, congrats yah jadi pemenang tuh di Gurindamnya Jeng Tia
berarti klo pengen ke situ malam hari, lain x bawa emergency lamp aja ya mba Akin, biar ada cahaya wlo sedikit hehehe
gelap2an asyik juga ya mbak akin
tapi walau bagaimanapun tetap membahagiakan, saya yakin itu
Ga enak buat Kak Akin, enak buat mereka2 yg pingin berbuat negatif tentunya
Pingback: Kopdar Samarinda.. Gelap, Tengah Malam,, tapi tetap seru.. (^o^) | Cerita Usagi
Akhirnya ketemu juga … wah seru gelap2an tanpa makan2… walaupun ketchut tapi beauty of blogging berjalan…

**untung pake telinga cadangan ya..
inon gak cempreng kokk
beneran dah…
asyiknya yg bisa kopdaran sampe larut
acara kopdar selalui menyenangkan ya…salam kenal
Kopdar tetap seru meski remang2 dan tak makan-makan, ini buktinya…
another kopdar… mantapps Mbak
seneng yaa..bisa ketemuan
teruss..
ada apa dg headphone??
Wah kopdarnya rame euy, kl yg uci saya kenal dia senior di kampus dulu… heehe. salam kenal mbak akin
aiiih, indahnya…biar gelap asal hangat…
jadi pgn juga ke samarinda…ktemu semua bloger samarinda. muam itu ternyata sekantor ama saya kak, cuma dia di samarinda. usagi juga kntornya dekat kantor saya..:D
Kayaknya kopdar di tepi sungai Mahakam memang indah ya….melihat sungai di malam hari, airnya beriak, tertimpa caha ya lampu.
Nggak makan durian, Akin?
Pingback: Rapor dan Ketapang « Kisahku