Memaklumi Saja

Sudah jelas banget bahwa tidak semua orang di muka bumi ini pandai dan berpengetahuan luas. Meskipun kadang ada yang merasa telah lama hidup atau membaca banyak buku, yang semestinya berpengetahuan lebih banyak, namun tak menutup kemungkinan ada hal-hal tertentu yang luput dari pengamatannya.

Sering kali ada orang yang manggut-manggut saat menerima sebuah informasi ringan yang ternyata baru diketahuinya, padahal mungkin saja hampir semua orang sudah mengetahui hal itu. Bagaimana sebaiknya reaksi kita bila kita menghadapi orang yang demikian?

Contoh :

Salah seorang temanku, Nunu (bukan nama sebenarnya), 24 tahun, setiap hari berangkat kerja dengan menaiki sepeda motornya. Ia sudah menggunakan sepeda motor sejak SMA. Suatu hari ia menanyakan hal yang mengejutkanku, “Apa sih gunanya spion itu? Kok ya dipasang 2 buah kiri dan kanan?

  • Kemungkinan reaksi komikal kita adalah: Gedubraakkk!!! :D

Aku sendiri cukup sering terkejut dengan ketidaktahuan seseorang akan informasi yang bersifat umum. Bahkan tak jarang tersenyum bahkan tertawa dan berseru “ah, yang bener? Masa’ sih kamu belum tahu hal itu?”. Aku tahu, reaksiku tersebut salah dan sangat salah.

Contoh lagi:

Ibu seorang anak mengeluh mual dan muntah. Ia mengatakan sekarang sedang hamil anak keduanya. Ia mengetahui kehamilannya karena sudah melakukan pemeriksaan urin dengan testpack yang hasilnya positif. Saat kami tanya ada berapa strip yang muncul pada stick testpack tersebut, ibu itu menjawab “satu”.

  • Kemungkinan reaksi komikal kita bukan hanya “gedubraakkk!!!” saja, tetapi sekalian dengan mata melotot dan mengucap “whaaattt???”

Kembali ke pertanyaanku tadi, bagaimana sebaiknya reaksi kita bila kita menghadapi orang yang demikian?

Menertawakan, sudah pasti salah. Aku juga sedang belajar menghilangkan kebiasaan yang kurang baik itu.

Marah, adalah parah. Marah hanya akan menguras energi kita. Rugi banget kan :D

Reaksi komikal, yang kumaksud diatas tentunya lebih sering hanya berputar-putar di khayalan kita saja. Karena faktor kesopanan atau ingin menjaga perasaan orang lain, kita biasanya hanya tersenyum samar, walaupun sebenarnya fantasi kita sedang menggila. :D

Memaklumi saja, menurutku adalah pilihan yang terbaik. Bila seseorang tidak mengetahui tentang sesuatu, alangkah lebih baik bila kita beritahu saja informasinya. Mungkin saja selama ini ia tidak pernah bersinggungan dengan informasi tersebut, atau bisa saja ia telah lupa. Maklumi saja. :D

Jika misalnya yang terjadi adalah kebalikannya, kita sendiri yang tidak mengetahui tentang sesuatu. Tentu kita tak ingin orang lain menertawakan atau memarahi kita. Karena aku sendiri merasa lack of knowledge, kurang pengetahuan. Akan sangat menyenangkan bila orang lain kemudian memaklumiku dan bersedia memberikan informasi kepadaku.

Misalnya saja untuk satu hal berikut ini, aku tidak tahu bagaimana cara mengganti nama pada akun facebook-ku. Sejak awal mendaftar, aku sama sekali belum pernah mengganti nama akun. Seperti yang kulihat, banyak sahabat yang mengganti nama akunnya, atau menambah embel-embel yang menarik.

Bukan…. Aku bukannya ingin ikut-ikutan mengganti nama akun facebook. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku memang tidak tahu caranya. Harap maklum, hehehe… #gak pake colek-colekan :D

About these ads

52 thoughts on “Memaklumi Saja

  1. Nama facebook nya mau diganti bulan sebelas ya Kak, haha..

    Sabar itu gratis, marah juga gratis. Makanya banyak orang yang sabar, juga banyak yang sukanya marah2 soalnya gratis, hehe..

    Selamat hari senin Kakak..

  2. harap maklum kak, bila komen saya ada yang nggak nyambung, karena memang belum saya ketahui pokok permasalahan yang dibawakan.. :D :D

    Memaklumi, lebih menunjukkan sikap kedewasaan kita ya kak…

  3. hmm …. *mencet idung biar ga ketawa*

    ywd ga usahdiganti aja namanya
    biar ga ketauan ga ketidaktahuannya … gimana mba?

    *berusaha tersenyum pun tidak *

  4. Kalau saya banyak gak tahunya, Kakak. Sama kek fungsi spion itu soale nggak bisa naik motor. Eh, bisa ndink, tapi dah bertahun2 gak pernah naik motor lagi.

    Jadi, namanya FBnya mau ditambahin apa? #colek2 atau bulan sebelas :D

  5. Reaksiku kalau ada org yg tak tau ya nyengir aja tnp berkata apa2.. Tp aku keseringan nyengir jg sih.. Apapun situasinya…

    Emang harusnya memaklumi ya Kak..

    Baru2 ini aku jg mengalami, aku ditanya ttg nama suatu produk yg baru kudengar.. Ternyata oh ternyata itu obat herbal terbaru.. Reaksi orang yg bertanya? “Mosok sih dokter gak tau?! Gimana sih?!”

    Reaksiku.. Melongo.. Sambil tersinggung berat..

  6. setuu mbak saya pilih memaklumi saja, soalnya ilmu yang bersifat umum sekalipun jika orang tersebut emang tidak tahu ya tidak tahu, selanjutnya kita kasih info saja sesuai kemampuan kita.

    Soal ganti nama Facebook, saya sudah beberapa kali mengganti nama, caranya mudah kok. mau tahu caranya ??? Wani Piro???

  7. yahh udah mba syukuri saja nama pemberian orang tua..jd nama di fesbuk gak usah diganti..hehehehe…
    hmm..berarti memaklumi juga yah mba kalo suatu saat apa yang saya tulis di blog ternyata banyak yang sudah tau…
    tapi benar, usahakan jangan tersenyum atau tertawa karena dianggap melecehkan yah…

  8. Untuk beberapa orang yang memang tidak tahu menahu tentang teknologi ya kita harus memaklumi ketidaktahuan mereka. Namun jika ada orang yang sudah merasa di atas angin terhadap teknologi dan tidak tahu hal-hal yang sepele seperti halnya strip test pack itu … ya maklumilah saja (mbulet tho …)
    Artinya kadang ketidaktahuan atas suatu hal menimbulkan reaksi yang tidak lazim bagi kita, tergantung kita bagaimana, bereaksi baik atau hanya sebatas bercanda guyon …

  9. Ya, kita sebagai sesama manusia harus saling menghargai, bukannya malah menertawakan kalau ada orang yang gak tahu, justru kitalah yang tahu harus memberikan jawabannya,

  10. ntar klo dah jadi modelnya rabbani, Akin bikin fan page aja, gak usah ganti nama.. xixixi..

    dalam pekerjaan, bundo juga kdg lupa sesuatu atau baru tau sesuatu.. dan itulah gunanya teman seruangan.. mengingatkan dan membagi ilmu.

  11. Biasanya seseorang saking merasa dirinya pintar,menjadi sok tau..padahal belum tentu benar dan banyak salahnya..

    Kalo aku ga tau apa2 pasti diam..

    dan rasanya kak nama aku juga hak paten dari awal sampai sekarang aku berdiri di Fb,ga berubah..

  12. heum, yah memang kadang ada banyak cerita dan ketemu sama orang2 yang menggelikan.. kayak semisal : duuh, aku kalo lupa sering nggak inget deh!. hehehe..

    gedubrak kan?.

    tapi justru itu yang bikin hidup jadi lebih berwarna.
    #apaseeh

  13. Tadi siang kejadian persis kayak gini, temanku kira sea games itu olahraga laut, agak senyum kujelaskan, tak lama kemudian gantian aku yg dapat penjelasan bandage model baru dari dia.
    Skor satu sama he.. he..

    Umtuk fb2an , twitteram lebih canggih anak2 daripada emaknya

  14. Kalau ada hal seperti ini biasanya reaksi awalku biasa aja, tapi kalo udah dibelakang org yg bersangkutan baru jadi bahan tertawaan..

    Jahatnya diriku, ya…! :P

  15. Hehehe, nggak jadi geli dong, kan nggak dicolek ;)

    Iya, saya juga berusaha memaklumi saja kalau ada pertanyaan yang menurut kita sepele tapi justru orang itu belum tahu, belum tentu juga kan kita memahami semua hal…bisa jadi hal sepele buat orang lain, justru kita yang belum paham :D

  16. menghadapi yang begitu kadang bikin aku “ngurut dada” campur keki.. :D
    kalo pas lagi mood baik ya dijelasin ulang walopun udah lebih dari seratus kali penjelasan..
    Pemakluman membuat kita jauh dari stress..

  17. saya juga begitu banyak tidak taunya dari pada tau, tapi tidak melupakan utk tetep belajar kalau ada waktu luang.

    Ternyata meskipun sudah berusia belajar itu tetep ya….

  18. Lha seniorku perna bilang ” Tetanggaku ribut gara-gara masalah sepele yaitu Pepsi Tank yang mampet ”

    Duh, Pepsi Tank nich yeeeee.
    Saya hanya mendengarkan saja, gak komentar. Lain halnya jika Kakakin yang bilang ” Kondominium itu alat KB pakde “, saya pasti gedubrax juga.

    Akun Facebook pasti mau diganti ” KKQute”, iya kan…..??

    Salam hangat dari Surabaya

  19. Memaklumi tentu pilihan bijak ya:) Karena akupun pasti senang bila ketidaktahuanku tentang sesuatu (yang umum dan biasa, bahkan mungkin semua orang tahu) tersebut dimaklumi orang lain.

    Misal waktu pertama denger BW, emang gimana ya caranya? *aku kira ada tekhnik khusus, hehe… Buat Tia, dilarang ketawa ya, hehe…

  20. Memaklumi, itu yang pertama. Tapi saya sering berusaha untuk memperbaiki keadaan, jika memungkinkan. Misalnya dengan memberitau baik, tanpa kesan menggurui *walaupun misalnya saya guru :mrgreen: Bahkan penjelasan dari saya bisa panjang lebar sampai2 yang mendengarkan malah yang jadi bosan *lho…

  21. Sepertinya sakti termasuk dalam orang-orang yang pantas untuk dimaklumi, karena sering menanyakan hal-hal sepele :) padahal benar2 gak tau jawabannya. Pantesan orang2 di sekitar sering ngelus-elus dada.

  22. Pingback: Slip of the Tongue alis selip lidah |BlogCamppost

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s