Batik ya batik!
Itulah yang ada di pikiranku dulu. Kain panjang yang kerap menjadi padanan kebaya yang dikenakan ibuku dulu adalah batik. Demikian pula kain sarung yang sering kami, para perempuan, pakai sehari-hari juga bermotif batik dengan gambar bunga, dedaunan atau hewan-hewan tertentu.
Semenjak aku sekolah di SMP, barulah aku tahu bahwa ada batik khusus dengan motif khas daerahku, Kaltim. Maklum saja, sekolah dasarku dulu tidak mewajibkan siswanya mengenakan baju batik. Hari wajib mengenakan baju batik di SMP-ku dulu adalah setiap hari Kamis. Dasar kain baju berwarna hijau dengan motif sulur dan lekuk-lekuk berwarna putih dengan diselingi beberapa tulisan yang berbunyi “SMP N 3 Samarinda“, dipadankan dengan bawahan berupa rok atau celana putih.
gambar dipinjam dari sini.
Kemudian saat SMA juga wajib mengenakan seragam batik dengan motif Kaltim setiap hari Jum’at. Aku jadi semakin mengenali motif Kaltim ini. Apalagi sekolah-sekolah lain rupanya juga mewajibkan murid-muridnya untuk mengenakan seragam batik pada hari Kamis atau Jum’at, dengan motif Kaltim tentunya.
Kini saat sudah bekerja, aku juga mempunyai beberapa seragam batik Kaltim yang diwajibkan digunakan oleh seluruh pegawai Pemkot Samarinda setiap hari Kamis. Adapun pilihan motif dan warna diserahkan kepada kantor/instansi masing-masing. Sayang sekali aku sangat jarang mengenakan seragam batikku (padahal warnanya cantik
), karena belum tentu aku bekerja pada hari Kamis pagi.
Motif-motif batik Kaltim yang lazim dijumpai biasanya terinspirasi dari tumbuhan, binatang, dan manusia. Ukir-ukiran, bentuk dedaunan, liukan akar, kantong semar, burung enggang, macan, naga, manusia, bahkan dewa-dewa ialah contoh gambaran bagi inspirasi pembuatan motif. (sumber)
Motif pada batik Kaltim memang mudah dikenali. Lekukan-lekukannya sangat khas dan berbeda bila dibandingkan dengan batik dari propinsi lain di Kalimantan. Meskipun batik Kaltim sudah mulai diperkenalkan secara luas, hingga kini hanya ada sedikit pengusaha yang terus bertahan dalam mengembangkan batik Kaltim ini, dalam artian membuat kreasi sendiri hingga produksinya (batik tulis).
Beberapa motif batik Kaltim. Motif dan warna-warna yang sangat menarik, bukan…? Gambar dari sini.
Motif ukiran Kaltim ini pulalah yang berusaha kutampilkan pada kreasi tumpeng ngetril61 kemarin. Meskipun tampak tidak terlalu berhasil, karena aku membuatnya dari guntingan daun pisang.
Tumpeng ngetril61~Nasi Kuning Samarinda
Meskipun sebenarnya gambaran motif batik Kaltim sudah lumayan melekat di kepalaku, namun masih saja sulit bagiku untuk menggambarkannya. Ditambah lagi aku yang sama sekali tak pandai menggambar. Entah mengapa kemarin mendadak muncul keinginanku untuk menggambar motif batik Kaltim saat aku jaga sore di puskesmas. Dengan peralatan seadanya dan kertas bekas, mulailah diriku (belajar) menggambar motif yang teringat di kepalaku tanpa mencontek.
Karena di tempat kerjaku pensil warnanya terbatas, jadinya kertas coretanku kubawa pulang untuk kuselesaikan pewarnaannya di rumah. Setelah bongkar-bongkar, ternyata pensil warna yang kutemui hanya pensil warna milik sepupuku saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar dan sudah sangat rapuh. Alhamdulillah, bisa selesai juga sebuah gambar sederhana dengan motif batik Kaltim. Berikut ini adalah hasilnya.
Haha… mungkin gambar anak TK masih lebih bagus dari pada gambarku
*****
Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin

Batik itu mirip lagu dangdhut atau nasi goreng
Dinikmati pagi gayeng, dipakai siang hari enak, disantap malam hari juga syuuuur
Jadikan batik bagian dari gaya hidup anda
Semoga berjaya dalam kontes ini bersama saya
Salam hangat dari Surabaya
Ibu-ibu juga kebanyakan pencinta batik ya, Pakdhe… Buktinya daster batik selalu dipake setiap hari di rumah
Berarti ada perbedaan yg sangat mendasar antara sarung samarinda dg batik samarinda, meskipun dua2nya ciri khas daerah.
Btw, maaf ngerepotin kemarin,,, ada sahabat CML(Mutiara) yg ‘denial dan sangat putus asa hingga aku khawatir ia menjadi nekat. Tapi alhamdulillah beliau sudah tenang, trims.
Yup. Sarung Samarinda adalah pengaruh yang dibawa oleh warga bersuku Bugis, dengan motif kotak-kotak yang khas. Namun kini sebenarnya ada yang mengkombinasikan motif kotak-kotak itu dengan sulaman bermotif ukiran Kaltim
Iya, aku udah baca curhat yang lumayan panjang itu. Pengen ngomen di blognya, tapi agak ribet, gak jadi deh
Syukurlah bila sudah tenang
kalo motif kaltim namanya apa? bukan batanggaring kan?
Keknya batanggaring itu dari Kalteng ya, Mbak?
Saya malah gak tau nama motif Kaltim ini, hehe…
gambarnya bagus kok mba, dah mirip kain batik aja. anak TK belum bisa bikin gambar serapi itu, apalagi gambarnya sama dan berulang2, hehe
semoga sukses di kontes batiknya.
salam hangat
Haha… bisanya cuma satu bentuk yang paling gampang itu doang
Makasih ya
Batik motif Kaltim ini punya corak tersendiri – menarik dan menawan
Bener banget, Om. Dari bahan biasa yang seharga 20rb-an permeter hingga ratusan ribu yang berbahan sutra
batik batik batik,
pengen banget bisa belajar mbatik…
Sepertinya seru banget kalo bisa membatik ya…
Ah, coretan mbak Akin ternyata cantik sekali…warnanya lembut dan rapiiiii banget…
Motifnya kain batik disana ternyata unik ya, sayang sekali saya belum pernah punya, jadi nggak bisa lihat langsung gimana keunikannya.
Mbaaaak, selamat ikutan lomba, hidup batik Indonesia!
Haha… saya aja sampe diketawain adek saya gara2 gambar jelek itu, Mbak
Makasih ya, Mbak
Saleum
Batik memang antik, suka saya pake batik…
saleum dmilano
Yup. Kalo kondangan, pas banget nih
Kaka makasiha tas partisipasinya….wah ternyata kaltim juga punya motif batik sendiri yang khas yachh…..siip dech jadi bertambah lagi info ttg batik nasional
Makasih ya, Mbak
Mbak, kalo batik disana pakai malam juga gak bikinnya ?
Saya punya tuh kain batik dengan motif itu, warna biru, bagus deh ..oleh2 dari adik waktu dinas di balikpapan.
hm..batik motif kaltim nya cantik2 deh…ga kalah dengan motif daerah lain
semoga sukses di kontesnya ya…
Hehe… bner banget. Ukirannya khas
Batik keIndahan yang rumit tapi tetap sedap dipandang…Bukan sekedar coretan dalam kain tapi ada makna yang terjalin
Bersyukurlah kita memiliki warisan ini
wahh..foto kaka akin yang mana yah?…hehehehe..
batik kaltim bagus sih mba…bagus buat oleh-oleh..harganya bagus juga yg bagus bisa bikin dompet tipis..hehehehe..
bagus kok mba desain batiknya..
saya kalo desain batik pake corel..jadi aneh deh rasanya..hehehe…
bukan orang kaltim kok bikin batik kaltim yah..hehehe
Aku pernah lihat yang berbahan sutra. Motif dan warnanya cantik2, tapi harganya minta ampun. Hehe…
Gak apa-apa kan dirimu bikin batik Kaltim. Keknya kain batik yang banyak dijual di toko2 kain semacam toko ‘Piala’ itu juga buatan pabrik di Jawa, meskipun desainnya mungkin dari orang Kaltim
Pingback: Batikkan harimu! – Batik Kaltim untuk semua « duniamuam
Sebelum dapet seragam, kalau hari Jumat suka pakai batik, tapi setelah seragam keluar justru nda bisa pakai batik lagi. Hari Senin sampai Jumat seragamnya sama
.
Semoga menang,Mbak. Amin,insha Allah.
Sy belum punya batik Kaltim Kak…
Wah, kk Akin pinter gambarnya.. Beneran deh Kak…
Gambar pola batiknya sudah oke banget. Tinggal mindah ke kain saja, Mbak.
oohh…kirain kotak2 juga motifnya, kayak sarungnya..
Semakin banyak kita berbatik, semakin membaut pengerajin batik Indonesia makmur. Asal tidak membeli yang dari negeri seberang
Salam hangta serta jabat erat selalu dari Tabanan
ditiap sekolah juga sepertinya skr memakai batik ya kak
Kerenlah gambarnya..motifnya lumayan..
bagus gmbarny mb
Beragam batik dan corak yang berbeda-beda disetiap daerah…itulah salah satu kelebihan dan kekayaan yang kita punya.
Kalau batik khas Riau banyak terdapat corak seperti keong dan coraknya juga agak besar….sayang saya blm punya.
Wah.. warna warni batiknya bagus mbak.. kebanyakan bermotif bunga ya?
dari dlu pengen bgt punya batik dari kaltim…
sampe pesen k teman yg tugas kesana, tp sampe sekarang blm nyampe jg dech…:(
kapan y…**pengen ik**
hehehe
sip kak, mantap ini pakai mempraktekkan motifnya juga, ide yang cemerlang…:D
btw makasih ya kak dah ikutan batikkan harimu
Woww.. Kakaakin sedang mbatik! Apakah ini membuktikan bahwa Kaka akin mau mempersiapkan diri jadi pengrajin batik? hehe…
Motifnya memang berbeda tiap daerah..
batik kaltim salahsatunya..
emang keren..
indahnya Indonesia yaaa
batik kalimantan beda jauuuuuuuuuuh sama batik jawa yaaa….
betapa kaya nya negara kita
batik yg merah itu bikin mupeng Ka, dan motif yg Kaka buat itu keren kok, sok atuh mbatik he he.
Kak, batikk Kaltim motifnya indah bgt ya.. Cantik..
Dan dimana lg bisa nemuin tumpeng motif batik klo bukan tumpeng ngetrilnya KakaAkin.. Hehehe..
lestarikan budaya batik dengan semangat batikkan harimu
Setiap daerah memamng mempunyai motif batik masing-masing. Tapi, pada intinya apapun motif batiknya, yang pasti tetap batik Indonesia.
waaw.. kakaakin pinter gambar motif batiknya. jempol dewh..Aku bisanya cuma ngeblat motif yang sudah ada…