Luka yang Tak Indah

Tiada guna merengut, manyun, cemberut atau berkeluh kesah. Meskipun tanggal bulan ini sudah sangat tua, ditambah lagi gajian yang masih beberapa hari lagi, bibir tetap bisa menampilkan senyum terbaik. Di kala apa yang diharapkan tidak dapat berjalan sesuai rencana, kita masih bisa bersabar. Jika di tengah jalan mendapatkan musibah, ucapkan saja innalillah :)

Paragraf diatas kuharap bisa menjadi motivasi bagi kita semua, terutama diriku, yang terkadang masih sering terbersit dalam hati pertanyaan-pertanyaan atau keluhan-keluhan yang sebenarnya tak perlu. “Mengapa ini bisa terjadi…”, “kok bisa begini sih…”, atau keluhan-keluhan lainnya hanya akan terdengar seolah-olah kita menjadi makhluk yang tidak bersyukur atas segala nikmat dan kemudahan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Hwah…

Tulisanku jadi bergeser dari apa yang kurencanakan semula. Sebenarnya aku sedang berduka karena memperhatikan tasku yang kini tengah terluka parah. Sebuah tas kulit yang umurnya belum genap setahun menemani hari-hariku, kini terkelupas pada bagian tepinya. Rasanya hati ikutan teriris saat melihat sedikit demi sedikit kulit tas itu mengelupas, serta meninggalkan luka yang tak indah pada tas.

Tas ini memang tidak kubeli sendiri, melainkan pemberian tanteku. Sebuah tas impor (katanya), yang bukan KW-KW. Harganya juga tidak murah menurutku yang tampang diskonan ini. Aku suka kulitnya yang lembut dan warnanya yang netral. Tali selempangnya membuatku merasa lebih nyaman menggunakannya dibanding tas cangklong, karena khawatir penjambretan :)

Lihatlah bagian tas yang telah terkelupas :(

Aku yakin hal ini bukan hanya aku yang mengalaminya. Mungkin Sahabat yang memiliki tas berbahan kulit juga pernah mengalami hal yang sama. Aku selalu bingung menghadapi tas yang berbahan kulit. Pernah aku membeli tas yang berbahan nilon (atau polyester ya?), namun ada bagian yang berbahan kulit dan akhirnya terkelupas juga. Sangat tak indah. :(

Yang membuat lebih parah lagi, ternyata ada Si Unyu, kucing di rumah yang sedang doyan mencakar dan menggigit apapun berbahan kulit, seperti kursi tamu dan tasku. Oh, BIG NO!!

Oh, no! Stay away, Unyu!! 8O

Saat kucoba berselancar di dunia maya, mencari cara merawat tas kulit. Berikut ini cara merawat tas kulit agar bisa awet dan tidak mudah terkelupas. (sumber)

  1. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari dalam jangka waktu lama. Jadi saat keluar jangan suka panas-panas ya. Selain bikin kulit kita terbakar ternyata juga bisa bikin tas kulit kita rusak.
  2. Jika tibul bercak putih pada permukaan tas, hilangkan dengan cara mengelapnya dengan lap bertekstur lembut. Bercak putih itu bisa saja jamur, karena biasanya tas disimpan dalam tempat yang lembab.
  3. Jika terkena air, segera lap dengan lap kering dan bertekstur lembut.
  4. Simpan tas jika tidak digunakan dalam dust bag yang disediakan, lengkapi juga dengan kapur barus, supaya tidak mudah berjamur.
  5. Jika tas sudah tidak dipergunakan lagi dalam waktu yang relatif lama, sekali-kali tas dapat dikeluarkan dari kemasan supaya tidak lembab.

Ternyata letak kesalahanku adalah seringnya tasku tepapar panas. Maklum saja, aku bukan orang yang suka gonta-ganti tas, karena aku tidak punya banyak tas :D Jadinya bila hari ini aku menggunakan tas ini, kemungkinan besar besok-besoknya tas ini juga yang kugunakan. Jadinya lebih sering terpapar panas dan hujan. Pantas saja jadi mudah rusak dan terkelupas. Backpack-ku kugunakan saat perlu membawa laptop saja.

Mungkin lain kali bila aku membeli tas, aku harus lebih bijak dalam memilih bahannya. Mengingat akan sangat boros bila berulang-ulang membeli tas yang mudah rusak. Sepertinya bahan kanvas bisa menjadi pilihan karena takkan terkelupas. Namun dari segi warna, bahan kanvas sangat mudah pudar atau mbladus. Pilihan lain adalah bahan nilon (atau polyester?) tanpa kombinasi dengan bahan kulit. Insya Allah bisa lebih tahan lama. Seperti tas yang dipakai oleh model lokal di bawah ini :mrgreen:

Alhamdulillah, tas tali asih dari Pakdhe Cholik masih utuh dan tak terluka :D

About these ads

39 thoughts on “Luka yang Tak Indah

  1. Wah Kak, aku jg ada tas kulit yg terkelupas.. Padahal oleh2 dari naik haji dari Papa.. Gara2 aku eman2, jd gak pernah kupake, kusimpen aja buat pesta atau apa… Tau2nya pas kubuka lemari.. Duh duuuh.. Sudah mengelupas… Sedihnyaaa…

    Salahku jg sih, ternyata gak kusimpan dalam dust bag dan gak pernah aku keluarin, padahal perlu ya… Makasih infonya Kak..

    Oiya tali asihnya dari Pakde bagus Kak.. ^_^

  2. ehem ehem.. lihat judulnya saya jadi ketiwi ketiwi hihi.. Ini tentang tas apa tentang eng ing eng? hehehe…

    Gimana kabarnya Kak? Semoga baik baik saja..

  3. birlah tas mengelupas dan tidak lembut lagi
    yang penting pembawa tas setiap hari tetap berkulit lembut daan berhati halus mulus

  4. ndak usah manyun, ndak usah mrengut, ndak usah mengeluh, untung hanya tas aja yang di terluka coba kalau “user” nya hehehe

    Intinya kita harus belajar sabar dan siap dengan apa yang kita cintai, karena semuanya adalah “titipan”

    Salam….

  5. Mbaaaak, ternyata itu to rahasianya…saya juga bukan orang yang seneng gonta ganti tas, jadi kalo udah seneng sama satu tas, ituuuu terus yang dipake…

    Tas terkelupas?
    Oho, jangan khawatir, saya juga punya kok, dan terus terang suka bingung kenapa tas itu bisa terkelupas dan meninggalkan luka yang tidak indah, taaaaa…jawabannya ternyata ada di posting ini ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s