Pisang Gapit

Aku suka banget makan pisang gapit! :D

(Sayup-sayup kudengar ada yang berkata: “Emangnya apa sih yang nggak kamu suka, Kin???”) :mrgreen:

Bagi sahabat yang belum tau apa sih pisang gapit itu, biar kujelasin dulu deh. Pisang gapit adalah sejenis makanan (mungkin khas) dari Kalimantan yang terbuat dari pisang yang dijepit (gapit = jepit, bahasa Banjar), diberi kuah santan gula merah. Penjepitnya biasanya berupa dua lempeng besi atau kayu. Tapi kalau di rumah sih gunakan apa yang ada saja, misalnya dijepit menggunakan 2 piring, atau ditekan-tekan dengan gelas :D

Di Samarinda banyak terdapat penjual pisang gapit ini. Bahkan ada warung pisang gapit yang lumayan ramai, sampai-sampai mesti antri saat membelinya. Waktu aku masih SMA, ada penjual pisang gapit yang mangkal di depan SMA-ku, tepatnya di pinggir lapangan Pemuda, Jl. Bhayangkara. Rasanya enak, karena (insya Allah) nggak pake pemanis buatan. Biasanya saat pulang sekolah, aku dan teman-teman jajan pisang gapit dulu, baru pulang ke rumah. Hayo… yang anak SMANSA Samarinda angkat tangan! Pasti pernah nyicipin pisang gapit di depan SMANSA dong… :mrgreen: *ngelirik Budi*. Tapi sekarang entah masih ada atau tidak, aku nggak tahu, karena para pedagang jajanan pinggir jalan depan sekolah itu direlokasi ke gang yang ada di samping lapangan, supaya lebih tertib.

Beberapa hari yang lalu aku membeli pisang kepok dan pagi ini aku mendadak pengen makan pisang gapit. Seperti biasa, dengan bahan seadanya banget :mrgreen: Bagi Sahabat yang ingin tau resepnya a la Akin punya, cekidot…

PISANG GAPIT

Bahan-bahan :

  1. Pisang kepok 8 buah
  2. Margarin untuk olesan

Bahan kuah :

  1. Santan 500 cc
  2. Gula merah ± 50 gr (atau sekitar 3-4 sdm gula merah yang disisir)
  3. Garam secukupnya
  4. Terigu atau maizena secukupnya untuk pengental
  5. Daun pandan secukupnya

Cara Membuat :

1. Panggang pisang sebentar, kemudian jepit. Olesi pisang dengan margarin, kemudian dipanggang kembali hingga agak gosong. Bila tak ada panggangan, cukup gunakan wajan teflon.

2. Buat kuahnya. Rebus gula merah dengan air secukupnya, kemudian saring. Rebus santan dan air gula merah dengan api sedang. Masukkan daun pandan.
3. Larutkan sesendok terigu/maizena dengan sedikit air. Kemudian masukkan kedalam rebusan santan. Tambahkan garam sedikit. Aduk hingga kuah mengental. Cicipi, bila manisnya dirasa kurang, tambahkan sedikit gula pasir.


4. Sajikan pisang dengan kuahnya. :D

Alhamdulillah, rasanya enak (ini menurut orang rumah :D ) Apalagi bila disajikan hangat.

Psstt… Sebenarnya resep diatas adalah resep semestinya. Namun karena bahan-bahan yang ada di rumah tak mendukung, jadinya apa adanya banget. Karena aku malas keluar untuk beli bahan-bahan, kugunakan bahan pengganti saja. Santan kuganti dengan susu bubuk, tepung pengental yang kugunakan adalah tepung tapioka. Daun pandan yang ada di samping rumah masih kecil, gak tega buat ngambilnya :D *alasan*

Bagaimana? Apakah gambar diatas sudah cukup menggiurkan untuk segera mencoba resepnya? Gampang banget kan cara bikinnya :D

Hmmm… Akin mau nambah lagi… :P

Nambah lagi aaahh :D

About these ads

54 thoughts on “Pisang Gapit

  1. mantaab jayaa… nggak buat dikirimin ke sobat blogger ya kak?. enak ya, apalagi santan gula jawanya itu, mengingatkan saya sama ketan gula jawa.. kalo beginian, di makassar namanya pisang epe. epe : geprek

  2. sluuurrrppp……
    mau dwonk
    aku sukaaaaa banget sama pisang kepok
    cuma, ga tau deh di sini tiap beli pisak kepok, kok ga sama dengan yang di kampung hiks
    gede2 gimana gitu …

  3. Jajanan wajib kalo pulang ke Medan.
    Di Medan dipanggilnya pisang bakar aja dan kuahnya dikasih nangka dan kelapa parut.
    Jadi ingat kalau aku belum mengulasnya di blogku…

  4. kebeneran nich di ladangku banyak pisang gepok….dan bahan2 mudah didapat, istri lagi g ada kerjaan, jajanan dikulkas udh amblas
    jadi bisa langsung praktek nih…
    (kira2 kalau pisangnya kurang matang bisa nggak mbak???)

  5. ini bisa jadi referensi penganan pisang buat mamah, soalnya cuma bisa digoreng tepung, di kolak atau dibikin pisang keju gitu
    kalo yang pakai kuah santan belum pernah Kin… :)

  6. Pingback: Pisang Bakar Medan « RestaurANN

  7. Hi there…
    Aku jg alumnus SMANSA Samarinda, lulus tahun 2002, tp skarang domisili di Sby. Pisang gapit dpn sekolah emang bikin termimpi2. Klo jln2 ke smd, hanya 1 kuliner yg aku cari : pisang gapit. Trims bgt buat resepnya, pasti langsung aku coba…

  8. waa.. saya lulus smansa samarinda taun 2010. sekarang kayaknya udah nggak ada lagi pisang gapitnya, lagian bentar lagi smansa mau dipindah, gak di bhayangkara lagi.. btw, thx resepnya yaa :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s