Lupa : Penyakit yang Bikin Ketawa

Aku merasakan Februari ini sangat meriah. Banyak yang melakukan hajatan dan akupun berusaha ambil bagian dalam kemeriahan ini. Seperti halnya kuis menulis ulasan yang diadakan oleh Bang Aswi.

Kali ini aku ingin membuat sebuah ulasan dari satu diantara 31 buah tulisan sosok itu di Bulan Januari. Aku tertarik dengan tulisannya tentang Lupa pada tanggal 5 Januari 2011. Mengapa? Karena aku merasa akupun sering lupa. :)

Banyak sekali kemungkinan yang bisa ditimbulkan oleh ‘lupa’ ini. Kadang sifat lupa berakibat merugikan, misalnya berkaitan dengan masalah pekerjaan. Lupa juga bisa menjadi bahan tertawaan. Rupanya hal yang kedua yang ingin dibagi oleh sosok itu.

Seseorang yang lupa bahwa ia sedang puasa dan bahkan sempat menyeruput teh, menjadi kisah pembuka. Memang sering kita temui, bahkan mungkin pernah menjadi pengalaman pribadi kita, bahwa kita lupa saat sedang menjalankan ibadah puasa sunat. Hal ini bisa dimaklumi karena lingkungan sekitar yang kurang mendukung.

Menjalankan puasa di luar Bulan Ramadhan memang susah-susah gampang. Tantangan lebih berat karena orang di sekeliling kita tidak sedang berpuasa, makanan dan minumanpun berseliweran di sekitar kita. Yang lebih memperberat adalah jika kita baru mulai melaksanakan puasa sunat atau belum terbiasa menjalankan ibadah yang satu ini. Jadi, sebaiknya kita belajar membiasakan diri :)

Sangat bersyukur karena Allah akan memberi dispensasi bagi orang yang lupa. Meskipun sudah terlanjur malu dan (mungkin) ditertawakan oleh orang-orang di sekitar kita saat kita lupa bahwa sedang berpuasa, puasa tidak batal dan masih bisa dilanjutkan. Untunglah ada sahabat yang baik dan mau mengingatkan kekhilafan saudaranya :)

Kisah selanjutnya yang dituliskan oleh sosok itu adalah mengenai salah seorang rekan kerjanya yang lupa bahwa ia menaiki sepeda motornya saat akan makan siang bersama rekan yang lain di warung. Usai makan, motor itu tertinggal di warung. Alhasil, kawannya itu harus balik lagi ke warung untuk mengambil sepeda motornya. Untung saja jaraknya tak terlalu jauh dari tempat kerja… :D

Sudah dapat dibayangkan kejadian itupun dapat membuat orang lain tertawa. Mungkin ada yang nyeletuk “Lagian, tumben kok pake motor. Biasanya juga jalan kaki aja…”. Itu dia, karena faktor kebiasaan. Bila suatu hal tidak biasa kita lakukan, maka akan ada kemungkinan untuk lupa. Misalnya saja kita tidak terbiasa berhutang kepada orang lain, tetapi karena sesuatu dan lain hal kita terpaksa berhutang. Kemungkinan besar kita akan lupa untuk membayar utang, karena kita memang tidak terbiasa. Ini hanya sekedar contoh… Semoga kita tak terlupa kalau kita punya utang :mrgreen:

Banyak contoh kejadian (yang menurut sebagian orang lucu) di sekitar kita yang disebabkan oleh lupa. Misalnya resleting celana yang lupa ditarik, atau salah memanggil nama orang karena lupa. Aku saja pernah lupa mengganti sandal yang kupakai di tempat kerja dengan sepatuku, saat pulang kerja. Untung saja belum jauh, jadi balik lagi deh. :D

Bagaimanapun, lupa adalah bagian dari nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepada kita. Patut disyukuri, tentu saja. Namun banyak cara untuk meminimalisir penyakit lupa, salah satunya adalah dengan selalu berpikir jernih dan kreatif.

 

 

About these ads

19 thoughts on “Lupa : Penyakit yang Bikin Ketawa

  1. Hah…. puasa sss suuuu suunn sun sun naaa na naat sunat..???
    (hayooo siapa yang belum sunat ?? )

    xixixiiii **bcanda mba… (sambil melarikan diri takut disunat ama kaka akin )

    Tenaaanggg… aku juga takut nyunat .orang kok.. :D

    ————

    memang mba, aku malah pernah sampai makan satu piring mundung sama es teh manis… dan aku lupa sedang puasa…

    alhamdulillah….

    Alhamdulillah… rejeki… :D

  2. (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Lupa bisa menjadi bencana tapi bisa jadi bahan ngakak hingga bertahun-tahun kemudian.

    Dan rasa malu-nya itu juga bisa tahan lama… :D

  3. Sayangnya banyak orang yang lupa kalo utang :( , tepatnya pura2 lupa, saat nagih ada aja alasannya malah ada yg bilang “jangan pelit napa”, udah dipinjemin malah ngatain org :cry:

    Haha… semoga orang yang berhutang dengan kita dibukakan hatinya untuk membayar hutang… :D

  4. Hehehehehehe, kok gak di-share ya pengalaman Kaka Akin yang bikin ketawa. Hatur nuhun ya sudah berpartisipasi … ^_^

    Makasih ya, Bang… :D
    Beneran tukeran kontes/kuis :mrgreen:

  5. paling sering lupa sama kunci, segala macam kunci terutama kunci rumah. pernah sekilo dari rumah mesti balik lagi kuncinya masih nyangkut dilubang pintu :mrgreen:

    Untung gak keduluan maling ya, Mah… :D

  6. Kalau aku pernah lupa juga Kak..
    lupa naruh kunci motor,,
    eh ternyata kuncinya kukalungin di leher..
    parah banget ya,hehehe
    sukse ya Kak, di kontesnya Bang Aswi

    Beneran parah itu… :D
    Sama halnya dengan orang yang lupa naruh kacamatanya :D

  7. Lupa sama sepeda motor yang diparkir di sekitar warung? hihi..saya juga pernah. Makanya pas baca ini, saya cengar cengir sendiri..
    Semoga sukses ya Kak, di kuisnya Bang Aswi.

    Mari kita lebih sering melatih otak supaya nggak jadi pelupa… :D

  8. lupa selian dari penyebab yang embak sampaikan di atas ada penyebab lain looooo …. :lol:
    penyebabnya adalah karena kita sering melihat hal-hal yang jelek (terutama pornografi) nih bikin mata hati dan mata otak (ada ngak mata otak?) maksudnya ketajaman daya ingat jadi lembek alias deweeeeeerrrrrr …..
    jadi hindari lihat hal-hal yang jelek deh, biar tidak pikun

    Mari kita lihat dan lakukan hal yang baik2 saja… :D

  9. lupa??? mungkin sudah fitrahnya manusia ya mbak
    nasia yansa : lupa yang pada akhirnya diserap menjadi kata manusia : pelupa
    tapi yang tidak baik itu adalah membiarkan kelupaan sehingga menjadi ke alpaan

    Semoga ‘lupa’ nggak sampai menjadi penyakit… :D

  10. Wah.. semangat ya mbak Akin. rajin dech menulis untuk kontes. Ini membuktikan bahawa dalam kesibukan tugas bukan penghalang untuk terus menulis dan menulis. saya jadi malu deh mbak kerana menulis dalam sela-sela kesibukan sehingga postingnya jarang update dalam waktu terdekat.

    Salut ya. Selamat berkontes dan sukses selalu. :D

    Haha… siapa tahu beruntung, Bunda… :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s