Gangan Asam Tulangan

Beberapa hari yang lalu saat aku pulang ke rumah ibu, beliau menyuruhku membuka panci yang ada di dekat kompor. Aku jejingkrakan. Alhamdulillah, dalam panci itu ada makanan yang sudah cukup lama tidak kumakan. Kami menyebutnya “gangan asam tulangan” berasal dari bahasa Banjar. Mungkin di Jawa disebut “gerang asam”.

Gangan asam tulangan ini adalah tulang sapi, biasanya bagian kaki yang dimasak dengan kuah asam. Karena rasanya yang agak asam, jadi terasa lebih segar. Seperti yang kita ketahui, bagian-bagian tulang sapi biasanya masih tersisa daging dan lemak alias tetelan. Dengan adanya asam, membuat rasa ‘tebal’ lemak menjadi lebih ‘tipis’ dan enak untuk dimakan.

Gangan Asam Tulangan

Aku sendiri belum pernah masak masakan seperti ini (apalagi aku memang jarang masak :mrgreen: ). Dari yang kulihat dulu waktu ibuku  memasak tulangan ini adalah pertama-tama tulang direbus dulu hingga daging tetelan cukup lunak. Kemudian daging diiris-iris dari tulangnya, lalu semuanya dicemplungin lagi ke panci. Masukkan bumbu-bumbu yang telah disiapkan. Rebus kembali hingga semua lunak, kecuali tulangnya tentu saja :D

Bagian yang terbaik dari gangan asam tulangan ini adalah kenangannya. Dulu keluarga kami sangat jarang bisa membeli daging. Masakan daging adalah hal mewah yang biasa kami dapatkan bila ada undangan pesta perkawinan atau mungkin saat Idul Adha. Jika ingin masak daging, paling banter ibuku membeli daging tetelan nomor sekian untuk dibuat rawon, atau membeli tulangan sapi untuk dimasak gangan asam ini.

sumsum tulang yang maksnyuss

Waktu aku kecil dulu kami sering berebut tulang kaki sapi untuk diambil sumsumnya. Tapi biasanya ibuku cukup adil. Beliau mengorek-ngorek tulang, kemudian isinya ditaruh di piring agar kami sekeluarga bisa menikmatinya… Hmm… maknyusss :D

Saat kemarin makan tulangan ini, aku tertawa-tawa sendiri. Tentu saja karena aku bisa dengan puas makan gangan asam tulangan itu tanpa rebutan dengan saudara-saudaraku. Apalagi ibuku langsung mengambilkan talenan dan pisau untuk mengiris-iris daging yang masih tersisa di tulang dan mulai mengorek-ngorek sumsumnya. Segera saja aku menghentikan ibuku… masa’ segede’ gini masih dilayani ibu sih… Let me do it myself, Mom :D

Masakan yang dibuat oleh ibu kita memang nomor satu. Djempol banget deh :D

__________________________________________

Warning: Udah ketahuan banget makanan ini kurang sehat, karena lemaknya tinggi banget… tapi enak sih :mrgreen:
About these ads

50 thoughts on “Gangan Asam Tulangan

  1. hei Kin, namanya bukan gerang asam tp garang asem. berasa asem krn diberi bumbu belimbing wuluh/belimbing sayur :)
    **wah.. menyeruput sumsum dr tulang itu sensasi tersendiri, apalagi olahan masakan ibu..hmmm..nyiamik tenan rasane..

  2. Xixixi…
    Kalau ditempat saya juga disebut Garang Asem
    Ada juga yang dari ayam.
    Kalau “gerang” itu maknanya “karatan”, atau bisa pula berarti “tua”
    Selamat makan!!

  3. Siang-siang belom maem siang mau pulang kerjaan masih banyak, Ee…….,malah nemuin blog nya kak akin malah cerita soal makanan, bikin aku tambah lapar za. :)

  4. Wah kalo saya gak tau kak… yang penting kalo ada dipanci di dapur ya santap aja…. saya memang suka tulangan. Kadang aja kalo lagi kepengen banget ya beli tulangan campur dengan sereh laos daun jeruk daun salam dan bumbu2 yang lain trus rebus kasih garam msg dan merica. makan dah… udah cukup tuh buat isi perut hehehe……….

    Maaf baru berkunjung kak… sibuk banget ma urusan kantor…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s