Alhamdulillah tahun ini ada rejeki, jadinya bisa mudik ke kampung halaman ibuku di Kota Baru, Kalsel. Pasti pada pernah dengar lagu “Kota Baru gunungnya bamega” kan…?
Perjalanan yang harus kami tempuh dari Samarinda lumayan jauh. Jika menggunakan moda transportasi angkutan umum, bisa-bisa lebih dari 24 jam baru bisa nyampe. Sedangkan anggota rombongan yang ikutan selain aku adalah ibuku, tante, paman, adek sepupu, dan 4 orang keponakanku. Jadi supaya lebih mempersingkat waktu beberapa jam, kami memilih untuk menyewa mobil tetangga beserta tetangganya sekalian sebagai sopirnya
Rombongan start tanggal 11 September ± pukul 04.00 wita. Mobil yang kami naiki adalah Xenia. Kebayang deh, dengan rombongan segitu, plus barang bawaan dan oleh-oleh, badan kami jadi terlipat-lipat
Jalur yang kami pilih adalah dari Samarinda, menyeberang fery Balikpapan-Penajam. Kemudian melalui Kab. Paser, Kaltim, menuju pelabuhan penyeberangan fery Batu Licin, Kalsel. Fery yang kedua ini membawa kami menuju Pulau Laut. Pulau Laut termasuk dalam wilayah Kab. Kota Baru, Kalsel. Jika Sahabat melihat peta, Pulau Laut terletak di pojok kanan bawah Pulau Kalimantan. Sayang sekali kami meyeberang fery menuju P. Laut saat hari sudah malam, sehingga pemandangan gunung “bamega” (berawan) itu tak terlihat
Aku tentu saja berperan sebagai petugas P3K pada perjalanan ini. P3K disini mengandung beberapa makna. Yang pertama adalah “pertolongan pertama pada kecelakaan” dengan mempersiapkan beberapa macam obat-obatan standar. Yang paling “laris” adalah antimo. Namun ternyata dalam perjalanan, obat diare kemudian jadi laris juga. Akhirnya perut yang berasa nggak nyaman pun ditempeli koyo
P3K yang kedua adalah “pertolongan pertama pada kelaparan” dengan menyediakan makanan/camilan bekal sepanjang jalan. Mungkin salahku juga, membuat perut penumpang lain menjadi nggak nyaman
P3K yang selanjutnya adalah “pertolongan pertama pada kemubaziran” (maksadotcom
). Beberapa kali kami mampir untuk makan. Biasanya ada diantara keponakanku yang makannya nggak habis. Nah, inilah saatnya aku beraksi. Dari pada mubazir, mending kuhabisin saja sekalian sisa keponakanku, hehe…
-0O0-
Alhamdulillah, rombongan kami tiba di kampung halaman ibuku pada pukul 23.00 wita. Meskipun badan lelah, namun tetap saja melepas kerinduan dulu dengan family dan berbincang-bincang hingga larut malam
Gambar diatas adalah ibuku beserta 4 orang keponakanku yang ikut dalam rombongan. Selalu ada keributan kecil diantara mereka. Orang-orang dewasa sampai kadang kewalahan menanganinya, apalagi bila ada yang menangis. Namun jika diperhatikan, ternyata hanya satu orang yang berlaku sebagai trouble maker. Siapakah dia? Apakah para Sahabat bisa menebaknya…??







nh18
/ September 12, 2010pertolongan pertama pada kemubaziran
Saya ngakak koprol membaca ini Kak …
ini sih vacuum cleaner … hahaha
barisan pembersih …
salam saya Kak
Ifan Jayadi
/ September 13, 2010Senangnya kak bisa mudik bareng keluarga. Pasti suasana mudik menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Secara kan harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh
nakjaDimande
/ September 13, 2010xixi, ekspresi sang trouble maker gak bisa disembunyikan ya
selamat menikmati libur panjang buat Akin sayang.
edratna
/ September 13, 2010Perjalanannya jauh ya, pake nyebrang dengan Fery dan ke pulau Laut dulu?
Tadinya kupikir bisa lewat darat….
Tapi kalau dinikmati, perjalanan pasti menyenangkan, walau lelah..
Ditunggu cerita berikutnya
komuter
/ September 13, 2010yang kaosnya nomor 52
Cerita anak SMP
/ September 13, 2010Berkunjuuung.. ^^ met Idul Fitri yaa,, mohon maaf lahir batin..
alamendah
/ September 13, 2010Selamat mudik, Mbak.
Alamendah’s Blog mengucapkan selamat idul fitri 1 Syawal 1431 H.
Mohon maaf lahir batin
bundadontworry
/ September 14, 2010Selamat mudik, Kak
semoga Kakaakin selalu sehat dan dicurahkan berkah dan rahmat NYA selalu, amin
salam
Oyen udah kurus
/ September 14, 2010hahahaha… P3K nyang komplit dah…
Oyen juga pernah ke kotabaru Mbak Akin, gilebener… dari Banjarbaru sore nyampe sana tengah malem…
bluethunderheart
/ September 14, 2010met lebaran y
salam hangat dari blue
nhoe
/ September 14, 2010wah senangnya bisa merasakan mudik..
salam kenal.
Denuzz BURUNG HANTU
/ September 15, 2010perjalanan mudik yg pasti sangat menyenangkan …
eh, kota baru sama seperti nama kelurahan kampung denuzz bermukim di kabupaten lahat, sumsel …
adakah ini pertanda kalo kedua wilayah berasal dari orang tua yang sama? (lagi error) …
adelays
/ September 15, 2010yang paling depan tengah dan berbaju Merah hati.
Betul nggak, Akin ????
Berry Devanda
/ September 15, 2010trouble maker, kayaknya yang paling kiri deh mbak…
wajahnya cool…
hahaha…
salam
Hari Mulya
/ September 16, 2010troubLe maker nya mungkin yang pake baju “52″?
kikakirana
/ September 16, 2010mbak akin…… ^_^
minal aidin wal faidzin…
walah…. ternyata jadi tukang bersih” makanan toh… qkkqkqkq
seneng yak bisa mudik
HIDUP!!! ^_^
dina.thea
/ September 16, 2010Istilah P3K yang kreatif hehe, met Idul Fitri yaa,, mohon maaf lahir batin..
fitrimelinda
/ September 16, 2010Taqqabalallahu minna waminkum,shiyamana washiyamakum.
Ja’alanallahu minal aidin wal faidzin.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dari perjuangan ramadhan sbg orang yang menang..amiin
Selamat Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan bathin mbak..
kyaine
/ September 17, 2010saya lagi P3K nih Kin.
pinggang pegal2 dan kecapekan
setelah menempuh perjalanan ribuan km
tazkiana
/ September 18, 2010wah…jauh sekali dari samarinda ya Akin ssi…
terus siapa saja yang masih di sana di antara kerabatnya..?
keliatannya pulau yang indah ya itu… kebayang kaya pulau putri di film itu..
kangmas ian
/ September 20, 2010trouble makernya kaka akin
sukamto
/ July 23, 2011th 2011 mudik! bareng, krn saya akan membalas kujungan saudara dari batulicin mungkin momen yang pas ya hari raya krn libur.ok lam kenal dr tgr