Sudah Pernahkah Melihat Foto-foto Ini?

Mungkin ada sebagian sahabat yang pernah melihat foto di bawah ini…

Ini adalah salah satu pemandangan sungai citarum. Gambar dari sini.

Atau mungkin lebih familiar dengan yang ini??

Gambar dari sini.

Tadi aku coba browsing dengan tag “the dirtiest river in the world”. Dari beberapa situs, selalu muncul nama sungai citarum dengan foto-foto diatas. Bahkan ada yang mengatakan, ” I can’t even call it river in the usual sense, but rather the river of rubbish” :( :( :(

Bagaimana perasaan Sahabat saat memandang foto-foto diatas?? Apalagi banjir besar mulai membayang??

About these ads

50 thoughts on “Sudah Pernahkah Melihat Foto-foto Ini?

    • Duh Bundo :(
      Maka kemanapun air itu pergi, jika akhirnya ia bisa pergi, ia akan selalu membawa apa yang menumpang padanya….

  1. udah yg kedua kalinya hari ini liat gambar ini,awalnya di kaskus beberapa hari lalu,terus baru aja tadi ada kaskuser di luar negeri yg protes juga soal sampah2 ini (gambarnya sama lagi :D )

    tekapenya disini ya kalo mau baca : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3669498

    perilaku kita yg harus dirubah ,kalo soal perangkat hukum udah ada kok hukumannya buat yg buang sampah sembarangan,tinggal penegakan hukumnya aja yg lebih jelas.

  2. Sudah pernah melihatnya ditelevisi, sangat memprihatinkan, seandainya saja kita semua sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan (apalagi ke sungai), tntunya bencana banjir tahunan yg selalu terulang, bisa diatas dan semua jadilebih indah (Dewi Yana)

  3. Salam Takzim
    jujur saya baru lihat disini, sampai sudah seperti bubur berwarna berapa kedalamannya belum ada yang mengukur ya
    hampir sama dengan yang dimanggarai Jakarta Selatan, dimana ada pintu air atau jembatan sampah akan terhenti. Tetapi alangkah bijaknya untuk tidak membuag sampah ke sungai hik hik hik sedih :( :( :(
    Salam Takzim Batavusqu

  4. Kalo satu warga nyumbang satu sampah aj,tidak heran sungai penuh sampah.

    Duh jadi miriss . .
    Jangan salahkan air yang ke rumah warga (banjir) karna jalannya sudah jadi tempat sampah. Kesadaran di mulai dari diri pribadi. Buang sampah pada tempatnya,kan retribusi sampah tetap bayar tiap bulannya.

  5. Masya Allah …. Dan tunggulah balasannya ketika bumi mulai gerah dengan apa yg diperbuat manusia … Naudzubillah.

    Jadi teringat tim metro TV yg mewancarai seorang warga yg ketangkap tangan buang sampah sembarangan

    “Kok buang sampah dikali pak”
    “Lha emang dimana lagi neng? Emang tiap hari disini” (Aduuuuh)
    “Nanti kalo banjir gimana pak”
    “Kan ada pak lurah, dia lah yg urus,lagian emang banjir tiap tahun neng” (duuuuh)

    Gak semua masyarakat Well educated …. Butuh tindakan segenap pihak nih ….

  6. Pingback: demikian menurutku tentangmu .. dalam hal ini « komuter jakarta raya

  7. baru kali ini liat fotonya mbak akin, tapi saat memandang aliran sungai di jepang yang begitu jernih, selalu bermimpi semoga suatu saat juga bisa memandang aliran sungai yang jernih di indonesia..

  8. Banjir terjadi dimana-mana dan menghantam apa saja serta mengakibatkan derita.
    Perlu pemahaman kembali tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi yaitu menjaga dan memelihara bumi, bukan menimbulkan kerusakan.
    Salam hangat dari Surabaya

  9. wah kayaknya sil ketinggalan informasi deh mbak…
    karena dikosan ga ada TV..jadi ga tahu kalau sudah separah itu..

    oh ya, gimana nih dengan rencana kita itu mbak??jadi

  10. wah kayaknya sil ketinggalan informasi deh mbak…
    karena dikosan ga ada TV..jadi ga tahu kalau sudah separah itu..

    oh ya, gimana nih dengan rencana kita itu mbak??jadi ikutan??hehe

  11. aih,,, sedihnya lihat pemandangan di atas….
    apa masih bisa disebut sungai?
    sementara kalo ada kata sungai bayangan kita selalu tertuju pada aliran air yang indah, bersih dan jernih…
    dengan disamping kiri dan kanannya ditumbuhi pohon” yang rindang…

    salam kenal :)

  12. Kalo yg ini bukan liat fotonyah … kenyataannya juga sering sy liat, ma’lum deket citarum ;) , Banjir di Baleendah salah satunya krna keadaanyah seperti ini, kadang sy menganggap banjir sebagai sebuah kewajaran, bukan musibah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s