Pertama-tama aku mau bilang makasih atas perhatian dan komen temen2ku yang COOL N SMART di kebingunganku yang mesti datang apa nggak?. Kata Mas Linduaji diriku “…sedikit nggak tau malu…”
So, datanglah diriku pada acara itu tadi malam. Tapi, emang dasar dodolnya diriku… Waktu mau berangkat kubaca dulu alamat yang ada pada SMS undangan yang dikirimin ke aku beberapa hari yang lalu. Jalan INI, gang ITU, nomer sekian. Gampang nemuin nih alamat, pikirku.
Meluncurlah diriku ke TKP (tempat kejadian pernikahan
). Masuk ke dalam gang ITU, sampe hampir mentok di ujung… kok gak ada tampak rumah yang heboh acaraan gitu?? Akhirnya kutanya deh sama seseorang disitu… Hehehe… ternyata aku salah masuk gang, gang ITU masih sanaan dikit (kok tadi gak baca tulisan nama gang di gapuranya ya
) Pantesan, tidak ada tenda merah, hitam ataupun biru di gang itu *sok tau mode : on*
Asked to myself : “Akin… kamu gugup ya, sampe salah alamat kayak gitu???” Answered : “ya enggak lah… aku ‘kan cuma mau datang ke acara nikahan teman baikku. Teman seperjuangan yang udah kukenal sejak lebih dari 8 tahun yang lalu. Ngapain harus gugup…?”
Asking again : “Akin…kamu ngeles ya???” Answered : ” les apaan? bahasa Inggris, metik atau Kimia?? ya enggak lah… aku ‘kan nggak sekolah lagi…” *ngasal banget*
Alhamdulillah, finally gang-nya udah nemu. Mmm… kirain I missed the ceremony, karena depan rumah TKP tampak dipenuhi para undangan. Ternyata acaranya baru dimulai dengan pembacaan do’a. Menurutku susunan acaranya rada aneh (menurutku loh…). Setelah selesai pembacaan do’a, para undangan yang ada di luar langsung disuguhin makanan, sementara di dalam rumah akan dimulai prosesi akad nikah. Jadinya prosesi pernikahan dihiasi oleh suara piring dan sendok… Biasanya ‘kan selesai acara baru makan-makan.
Acara diadakan di ruang tamu rumah mempelai wanita dan sudah dipenuhi oleh keluarga kedua mempelai. Aku hanya bisa berdiri di dekat pintu sambil memandang ke arah kedua mempelai (pegel deh…
) Tak sengaja pandanganku jatuh pada peci merah yang dikenakan temanku itu, kok… payet-payet yang menghiasi peci itu benar-benar berantakan. Copot disana sini, belum lagi benang-benang yang tampak mencuat-cuat. Hmm… nyewa di bridal mana nih… Kalo difoto, apalagi kalau hasilnya diperbesar, pasti kelihatan banget. Hhh… I don’t care lah…
Bertanya-tanya juga sih, siapa nih perempuan di samping temanku ini??? Ternyata seseorang yang nggak kukenal
Asked to myself: “menurutmu, cantik nggak cewek itu, Kin?” Answered: ” Cantik dong… ‘kan Allah SWT menciptakan semua wanita itu cantik”… Dasar nih si Akin, nyari jawaban yang aman…
(more…)