Haaatchy!!!!

gambar dari sini.

Subhanallah, Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita. Salah satu dari nikmat itu adalah bersin. Apakah sebenarnya bersin itu? Bersin (sneezing) adalah suatu refleks yang menyebabkan adanya semburan udara yang kuat dan tiba-tiba, melalui  hidung dan mulut. Bersin merupakan respon spontan terhadap berbagai rangsangan atau kondisi fisik.

Bersin adalah cara tubuh untuk menyingkirkan sesuatu yang mengganggu pernapasan bagian atas. Proses ini merupakan kondisi yang normal banget dan biasanya nggak dianggap serius. Oiya, binatang juga ada yang bersin loh, seperti anjing dan kucing. Binatang ini kalau bersin, hanya melalui hidung, berbeda dengan manusia yang melalui hidung dan mulut. (jadi ingat kucingku kalau lagi bersin, hidungnya sampai basah :) )

Bersin sebenarnya merupakan proses fisik yang kompleks yang melibatkan otak, hidung, mulut dan dada. Hal ini merupakan cara tubuh untuk menyingkirkan benda asing, seperti partikel-partikel debu yang ada di jalan atau di rumah. Bersin juga merupakan gejala dari alergi, flu, pilek dan beberapa penyakit serius.

Proses bersin dimulai saat hidung terpapar rangsangan fisik tertentu, seperti debu dan asap, kemudian rangsangan ini menginformasikan kepada suatu bagian di otak yang disebut pusat bersin (sneeze center) bahwa ada sesuatu yang harus dikeluarkan dari rongga hidung. Otak mengirimkan pesan ke beberapa kelompok otot yang berbeda. Otot-otot ini harus berkontraksi sesuai urutannya agar bersin terjadi. Otot-otot dan urutan kontraksinya adalah sebagai berikut:

  • Otot abdomen
  • Otot dada
  • Diafragma
  • Otot pita suara
  • Otot belakang tenggorokan
  • Otot kelopak mata (mata spontan tertutup saat bersin)
Bersin mungkin harus lebih diperhatikan jika disertai dengan gejala lain. Gatal-gatal, sesak napas, mengi, sesak napas dan mata gatal yang terjadi bersama bersin mungkin menunjukkan kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan. Pasien diberikan dorongan untuk memeriksakan diri ke dokter. Apalagi kalau bersinnya sering plus hidung meler nggak ketulungan… :lol:
Karena postingan ini tentang bersin, sekalian aja deh kumasukkan tentang adab bersin bagi muslim.
Adab Bersin. Ketika bersin hendaknya kita: Continue reading

I Lost My Reading Appetite :(

Sherlock Holmes Jpeg Beberapa bulan belakangan ini kurasakan aku tidak banyak membaca. Novel “The Adventure of Sherlock Holmes” english version yang kubeli beberapa bulan yang lalu baru terbaca prolognya saja. Buku Ensiklopedia Kisah Shahih Sepanjang Zaman yang sempat kubuat postingannya, belum khatam juga. Belum lagi buku-buku tentang kesehatan yang kupinjam dari temanku, masih rapi terbungkus :( Rencana awal pinjam buku untuk refresh, sekalian siapa tau bisa diposting di blog. Ternyata… membuka bukunya saja tidak, boro-boro membacanya *sigh*

Majalah Korea yang rutin kuterima setiap bulannya juga mulai terabaikan. Kira-kira sudah tiga terbitan tidak kubaca. Padahal waktu pertama kali subscribe, semangat banget. Kasihan banget tuh majalah sudah jauh-jauh terbang dari Korea, sampai di rumahku koq ya cuma teronggok begitu saja. Pengen mulai baca majalah ini ah…, sepertinya edisi bulan ini menarik, ada artikel tentang penggunaan huruf Korea oleh suku Cia-Cia, Indonesia. Oiya, bagi yang belum tau, kita bisa mendapatkan majalah Korea secara gratis. Lumayan buat nambah koleksi. Caranya ada di postinganku yang ini.

DSC01492

Termenung, memikirkan apa yang menyebabkan diriku kurang membaca. *tring*… Gara-gara drama Korea nih, menyita perhatianku banget (maklum, penggemar drama Korea sih… :) ). Agak susah menyisihkan waktu luang untuk membaca, karena waktu luangku telah terisi kegiatan menonton, baik dari DVD maupun online. Drama Korea memang bikin addicted, mau lagi dan lagi. Sampai-sampai waktu tidurpun terpotong untuk menonton lanjutan episodenya, mata jadi bengkak di pagi hari (entah karena kurang tidur atau menangis karena ceritanya menyedihkan). Bagaimana dengan kawan-kawan penggemar drama Korea yang lain ya… Apakah mengalami hal yang sama denganku??

Nonton KCB 2

It’s lebaran, so… silaturrahim dulu, baru nonton :) Alhamdulillah beberapa hari yang lalu aku sudah menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih 2. Berasa datang ke bioskop 21 Samarinda Central Plaza udah cukup pagi, ternyata nggak sempat nonton penayangan pukul 10.30 wita dan tiket penayangan pukul 11.00 wita sudah habis. Kali ini mengapa hanya 2 dari 4 studio yang memutar KCB 2 ya? Padahal waktu film KCB ada 3 studio yang menayangkan. Mungkin karena ada film lain yang rilis dalam waktu yang berdekatan ya?? Akhirnya dengan berat hati membeli tiket untuk pukul 13.10 wita.

DSC01483

Berikut ini beberapa komen orang yang kukenal mengenai film ini :

My Beloved Mother (67 thn). Walopun udah terhitung lansia, beliau sangat senang ketika kuajak nonton film ini.

“Mama nangis nonton film ini. Bukan karena sedih, tapi film-nya mengharukan. Film ini baik sekali untuk ditonton, karena isinya juga mengajarkan kita hal-hal yang baik. Tapi nontonnya harus dimulai dari yang pertama dulu, supaya ceritanya bisa nyambung.” Setuju, Ma…diriku menimpali. Beliau melanjutkan ” seandainya ada lagi film seperti ini, mama mau nonton lagi. Mama sebenarnya ingin baca novelnya, tapi takut terhanyut, nanti amal ibadah mama jadi berkurang.  Mama ingat dulu, cerita ‘Tenggelamnya Kapal Vanderwick’ sangat menyentuh hati mama…” dst deh… Kalau beliau sudah mengungkit masa lalu, bisa satu hari satu malam ceritanya :)

A’an Ajay (teman kerja) : “Filmnya bagus. Mengharukan, ceritanya sama dengan yang di novel. Mulai dari start film-nya aja sudah mau nangis pas waktu Ayatul Husna memberi sambutan setelah menerima penghargaan… “

Mama Mini (istrinya A’an ajay) : “Filmnya bagus, Mbak. Dibandingkan dengan yang AAC, lebih bagus ini. Mataku sampai berkaca-kaca…”

Lina (teman) : “Ceritanya bagus, Mbak. Tapi sayang, settingnya nggak sebagus KCB…” Ya iyalah…Mesir gitu loh, sahutku :) “Endingnya saya lebih suka yang di novelnya, lebih romantis…” Mmmm…

Ittha (teman kerja) : “Anakku masih bayi, Mbak. Jadi nggak bisa dibawa ke bioskop.” Oh, jadi belum nonton toh…  “tapi aku sudah baca novelnya, Mbak. Gmana film-nya, Mbak? Sama nggak dengan novelnya? Ceritain dong…” Butuh penjelasan yang panjang lebar nih ke-dia. kabur dulu ah…

Andri (teman) : “Ceritanya mengharukan ya, Mbak”

Andi (teman) : “Baru mau nonton, udah ngantri, dapat tiket yang midnight aja. Gapapalah, supaya nonton lebih berasa…” Berasa apa ya???

Febri (teman kerja) : “Mbak saya pengen nonton film-nya. Tapi ntar aja deh, nunggu nomat” Buruan nonton, feb…

Diriku : Mengharukan dari awal sampai akhir, untung bawa tisu. Nice ending, malopun settingnya beda dengan yang di novel, tapi menurutku lebih indah karena kebahagiaan mereka di-share dengan anggota keluarga yang lain… :) Jadi pengen…ntar kalo walimah pake baju adat Bugis kayak yang dipake Anna waktu menikah dengan Furqon, so beautiful… :D

Hayoo…yang belum nonton KCB 2, buruan… dijamin nggak bersambung lagi ke KCB 3. :lol:

Asian Food Channel is Yummy :P

Bagi penggemar kuliner, biasanya program tv favoritnya adalah mengenai makanan. That’s me :) . Aku sangat menyukai tayangan mengenai kuliner, suka resep-resep baru, melihat cara orang memasak, mengetahui berbagai jenis bahan makanan, walaupun belum tentu aku akan mempraktekkannya kelak :lol:

Di salah satu saluran tv berlangganan, ada sebuah chanel yang menayangkan tentang kuliner yang berasal dari berbagai negara di penjuru dunia. Namanya adalah Asian Food Channel (AFC ).

Afc full

Saat melihat chef-chef di AFC itu beraksi, kadang terkagum-kagum sampai terpesona *lebay* :) Misalnya saat membalik atau mengaduk masakan yang ada di wajan, mereka tidak memerlukan spatula. Biasanya mereka akan menggerak-gerakkan wajan, yang menurutku lebih ringan menggerakkan spatula daripada harus mengangkat wajan :P

Beberapa chef favoritku :

Chef Michael Smith yang membawakan program Chef at Home. Acaranya keren banget. Gayanya memasak yang kalem dan nyantai, setting dapurnya juga lengkap dengan berbagai bahan makanan dan peralatan masak yang komplit. Kalimatnya yang paling kuingat adalah “…my recipe is cooking without recipe…”. Memang bahan yang digunakannya nggak pake timbangan, hanya dikira-kira saja. Mungkin dengan menggunakan satuan “a splash of…” atau “a little bit of…” atau “a cup of…” dll. Di acara Chef at Home, Mr. Smith ini berusaha menampilkan resep masakan yang praktis, variatif dan sehat untuk keluarga. Continue reading

Sholat Iedul Fitri di Roma

Subhanallah, kemarin aku mendengar breaking news Metrotv tentang pelaksanaan sholat Iedul Fitri di Roma. Meskipun minoritas, namun umat muslim Roma tetap bersemangat untuk melaksanakan sholat Iedul Fitri 1430 H.

___________________________

Puluhan Ribu Muslim Roma Salat Ied di Piazza

Lihat video beritanya disini.

Metrotvnews.com, Roma: Puluhan ribu kaum muslim Roma, Italia, berkumpul dan berdoa di pusat Piazza sebagai bagian perayaan Idul Fitri, Ahad (20/9). Mereka tak mengindahkan larangan Wali Kota Roma yang menolak permintaan warga muslim berdoa di tempat itu. Sebelumnya, Wali Kota Roma menyatakan seluruh umat muslim Roma hanya diizinkan berdoa di satu-satunya masjid di kota itu.

Diperkirakan, sebanyak 30.000 muslimin akan merayakan Idul Fitri di ibukota Italia itu. Tapi pada Idul Fitri, mereka membuka alas kaki, membentangkan sajadah dan memulai merayakan hari kemenangan. Sementara, warga Italia dan sejumlah wisatawan yang penasaran, berhenti untuk menyaksikan perayaan itu. Sebagian warga mengatakan mendukung aksi umat muslim Roma itu.(**)

credit: metrotvnews.com

Persiapan Lebaran: Tukar-Menukar Uang Receh

DSC01464
Menjelang lebaran, salah satu kesibukan warga kota Samarinda adalah mempersiapkan uang receh untuk dibagi-bagikan. Aku juga tak ketinggalan berburu lembaran uang yang masih baru dan wangi ini untuk dibagi-bagikan pada anak-anak yang singgah ke rumahku pada lebaran nanti. Aku teringat masa kecil, saat aku ‘beredar’ dari satu erte ke erte yang lain bersama teman-temanku, menyinggahi setiap rumah yang kami lewati. Biasanya tuan rumah akan memberi kami uang yang masih baru. Ada perasaan lebih senang bila menerima uang yang baru dibandingkan uang yang agak lecek walaupun jumlahnya sama. :D
Untuk mendapatkan uang baru tidaklah mudah, karena harus ditukar ke Bank Indonesia. Kemarin (14/9) aku mendapatkan nomor antrian 1024 dan terlayani sekitar pukul 14.00. BI Samarinda juga memberi batasan penukaran uang bagi setiap orang, khusus pecahan Rp 1.000 hanya 1 ikat (100 rb) dan pecahan Rp 2.000 max. hanya 3 ikat (600 rb).
Karena kesulitan memperoleh uang baru inilah, banyak orang yang memilih menukar uang di tempat lain selain bank (perorangan). Mungkin mereka berpikir, dari pada lelah mengantri, lebih baik menukarkan uang pada orang di pasar misalnya, walaupun harus membayar lebih. Untuk hal ini harap berhati-hati, karena bisa-bisa hukumnya RIBA.
Berikut ini aku mau share pesan yang kudapat di inbox account fesbuk-ku dari teman salah satu grup yang kuikuti. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
_________________________________________
Thanks to Syamsu Rizal Ali

Hati – hati dengan bisnis pertukaran uang yang marak di jalan – jalan menjelang lebaran. Transaksi itu sebenar – benarnya RIBA. KEDUA PELAKUNYA TERKENA DOSA RIBA

Berikut ini adalah dalilnya, Rasulullah Shallallahu’alahi Was Sallam bersabda,

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai).

Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.

(HR. Muslim no. 1584)

Contoh Transaksi. Continue reading