Kamu Doyan?? Aku Muntah!!

Aku tiba-tiba teringat, tahun lalu aku pernah menonton salah satu film Korea. Genre-nya komedi dan tentu saja rate-nya 15+. Judulnya adalah “Escaping From Charisma” dengan pemeran utama Yoon Eun Hye. Di salah satu scene film itu ada adegan memakan gurita/octopus. GURITA gitu loh! Masih mending kalo guritanya udah almarhum dan dimasak asam manis atau dipanggang, yang ini mah dimakan hidup-hidup!
Aku coba nyari cuplikan film itu, nggak nemu. Tapi nemunya video cuplikan film Korea yang lain yang lebih ganas lagi, dari film “Old Boy”. Akting aktor-nya keren banget, tapi aku ngelihatnya sambil tutup mulut, khawatir isi perutku keluar
Guritanya full body loh, tanpa dipotong-potong.
Video dari ERICtion 1988
Memang kebiasaan suatu negara kadang unik, walaupun menurut kacamata negara lain hal itu merupakan kebiasaan yang menggelikan alias jijay bajay. Terkadang ada juga orang yang meniru atau mengikuti kebiasaan negara lain. Misalnya saja dalam hal memakan si om gurita ini, cek video di bawah ini, tampak bule juga doyan makan gurita hidup. (more…)
57 comments December 15, 2009
Kopdar Adalah : …. ???
Saat masuk ke dunia maya, ternyata banyak banget istilah-istilah yang tak kupahami. Maklumlah, diriku ‘kan gaptek
Awalnya aku bingung dengan bahasa-bahasa yang digunakan, sampai sekarang sih masih bingung juga…
Misalnya, dulu aku pernah membaca komen pada salah satu blog bertuliskan “lol”. Aku bertanya-tanya dalam hati apa sih artinya “lol” ini
Eh, malah keponakanku yang masih SMP tau kepanjangannya, “lol” means “laugh out loud” alias ngakak… hehe…
Bahasa yang begini ini ada kamusnya nggak sih??
Trus, kopdar. Aku awalnya nggak ngerti juga dengan istilah ini. Lama kelamaan akhirnya aku paham, bahwa di dunia perblog-an, blogger A ketemuan dengan blogger B itu namanya kopdar alias kopi darat. Karena sebelumnya hanya bertemu di dunia maya, akhirnya bertemunya di alam nyata di atas daratan, disebutlah kopi darat. Nah lo… apa hubungannya sama kopi ya???
Istilah Kopi darat seingatku dulu sering digunakan kakakku dan teman-temannya saat bermain interkom atau HT.
Ceritanya nih, (more…)
53 comments December 12, 2009
Suatu Sore di Samping Rumah
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagiku, karena tadi aku jaga pagi. Di puskesmas tempat kerjaku yang berkapasitas 6 bed, shift pagi adalah shift tersibuk, karena kegiatan rutin merawat pasien ditambah dengan mengurus administrasi dan kegiatan kefarmasian bla bla bla, ditangani oleh perawat. Belum lagi UGD kami yang buka 24 jam, membuat para perawat jaga berdebar-debar bila ada mobil yang masuk ke halaman puskesmas (mikirin: pasien gawat apa bukan ya…)
Namun hari ini sebenarnya pasienku tidaklah banyak. Tempat tidur hanya terisi separuh. Pasien UGD juga hanya satu demi satu berdatangan, ada yang berobat rawat jalan dan sedikit kasus-kasus kecelakaan kecil seperti tertusuk duri salak 2 hari yang lalu sehingga lukanya bernanah, atau luka terkena parang pada punggung kaki sehingga tendonnya putus. Mungkin yang agak sedikit repot adalah saat membersihkan luka lecet seorang anak kecil, karena teriakannya yang memekakkan telinga…
(more…)
20 comments December 11, 2009
Aku dan Kami Diantara Wanita-wanita Licik
Aku dan Kami Diantara Wanita-wanita Licik
Aku adalah wanita Hidup sederhana adalah takdirku Bagai air mengalir mengiring alur sungai Dedaunan yang pasrah gugur pada masanya Jantung yang berdetak dengan indahnya Wanita ini aku dan kamu Berkawan menjadi kami yang sederhana menganggap hidup ini… ah, apalah hidup Lakukan yang terbaik sudahlah cukup Ikuti alur sungai dan kau dan kami tak akan tersesat Impian kita diujung sana telah menanti Namun hei!! Lihatlah! bukalah matamu! Alur sungai yang elok itu dipagari olehnya Dibendungnya kemudian dibelokkannya Dia wanita yang berbedak dan bergincu Mengapa ia ingin mengatur daun yang gugur serta jantung yang berdetak Aku dan kami yang sederhana ini seperti kutu Kutu yang teramat kecil bila dibanding dengan sang ratu serta dayang-dayangnya Sehingga bila satu kakiku atau kakimu patah Takkan pernah ada iba dimatanya Ya… dia dan mereka Menusuk punggungmu dengan belati tanpa mengedipkan mata Kau terluka dan kamipun merana Enyah saja… Enyah sajalah dari lingkaran dia dan mereka Daun akan terus berguguran untuk tergantikan dengan pucuk yang baru Jantung terus berdetak menyemangati kehidupan Dan alur sungai kami tetap akan menuju muaraBy : Kakaakin
Dedicated for My Lovely friend… Be Strong! Karena akan ada aku dan kami…
54 comments December 9, 2009
Antara Berburu Buku Hingga Merayu Tukang Durian
Malam minggu kemarin kusempatkan ke perpusda (perpustakaan daerah) tempat diselenggarakannya acara Pesta Kalimantan Timur Sejuta Buku 2009. Acara ini berlangsung dari tanggal 30 Nopember s/d 7 Desember 2009. Beneran nggak sih jumlahnya sejuta
Sejuta itu ‘kan angka nol-nya 6, banyak banget ya
Namanya juga malam minggu, banyak sekali orang yang datang dan memilih-milih buku. Sepertinya mereka sudah menyiapkan duit untuk membeli sejumlah buku yang harganya sangat menggiurkan. Diskon sudah pasti ada, dan beberapa stand malah mematok harga pas untuk buku-buku yang dipajang, dari harga Rp 25.000, Rp 20.000, Rp 15.000, bahkan ada yang seharga Rp 3.000! Ckckckck… murah kali tu buku…
Buku yang dijual juga variatif, ada buku umum, IT, anak-anak, religi, kerajinan tangan, masakan, komik, novel dll. Mbak disampingku serius banget milih bukunya, sampai-sampai berlutut gitu ‘membongkar’ buku yang berserakan di lantai.
Sebenarnya banyak buku yang ingin kubeli, namun mengingat semangat membacaku masih terkalahkan oleh semangat blogging dan watching drama, jadinya aku hanya membeli 2 buah buku saja. Awalnya pengen beli buku tentang kerajinan dari kain flanel, supaya bisa jago bikin pernak-pernik dari kain itu seperti Mbak Sunflo
Tapi, di Samarinda aku belum menemukan toko yang menjual kain flanel, nggak jadi deh. Ini 2 buah buku yang kubeli, (more…)
60 comments December 7, 2009
Titip Rindu Untuk Putri Mungilku
Pintu kamar pasien membuka sedikit. Kumengintip ke dalam. Tampak para penghuni kamar 2 telah tertidur lelap, karena sudah pukul 1 dini hari. 3 tempat tidur di kamar itu terisi lengkap oleh pasien, sementara keluarga mereka tidur di lantai beralaskan karpet yang dibawa dari rumah. Kemudian pandanganku tertuju pada salah satu pasien, yang ternyata masih membuka mata. Ingin aku menghampirinya, namun kuurungkan niatku, karena jalan menuju tempat tidur pasien itu terhalang oleh beberapa keluarga pasien yang sedang tidur di lantai.
Pasien itu adalah seorang ibu yang belum genap sebulan yang lalu melahirkan putri keduanya. Namanya Bu Yaminah. Sebelum dirawat, ia telah beberapa kali berobat ke puskesmas dan selalu menolak anjuran petugas agar ia dirawat inap.
” Anak saya masih kecil, Suster. Nggak bisa ditinggal…” Sahutnya dengan mata berkaca-kaca. Selalu itu jawaban yang diutarakannya kepada kami, perawat di puskesmas.
Akhirnya Bu Yaminah menyerah juga, setelah kondisinya semakin lemah dan demam yang dideritanya tidak berangsur turun.
Melihat Bu Yaminah malam ini membuat hatiku bersedih juga. Aku berusaha menyelami perasaan seorang ibu yang terpaksa meninggalkan bayi mungilnya di rumah dengan pengawasan orang lain. Tak terasa jari-jariku menari di atas keyboard lappy tercintaku, yang sengaja kubawa ke tempat kerja karena kuingin membuat puisi untuk disertakan pada lomba Parade Puisi Cinta (PPC) yang diadakan oleh Pakde Cholik. Puisiku telah selesai kutulis, namun kini aku merasa ingin mengungkapkan gambaranku tentang perasaan Bu Yaminah malam ini.
_____________________________
Nak…
Maafkan ibu yang tak ada di sisimu kini
Sesungguhnya ibu sangat merindukanmu
Senyumanmu yang merekah dikala ibu menatapmu sayang
Pipimu yang memerah hingga membuat orang lain gemas
Jari-jari mungilmu…
Ya, jari-jari mungilmu yang menggenggam erat jari ibu
Seolah-olah kau takut ibu pergi meninggalkanmu
Maafkan ibu…
Kini ibu tak di sampingmu (more…)
44 comments December 6, 2009
Belajar Membuat Tteobokki (떡볶이)
Tteokbokki (떡볶이) adalah salah satu jenis jajanan Korea. Bagi yang pernah nonton drama Korea pasti pernah melihat tteokbokki yang biasanya banyak dijual di pinggir-pinggir jalan atau di rumah makan. Katanya sih rasanya pedas-pedas asem, karena masakan Korea cenderung pedas. Jajanan ini terbuat dari tepung beras, berbentuk batang, yang dipadukan dengan saus pedas. Biasanya dijual dalam porsi kecil berupa piring kecil atau cup.
Gambar dari sini.
Di kotaku nggak ada resto Korea, walaupun (misalnya) ada, biasanya harganya mahal-mahal dan gak terjamin halal. So, aku memutuskan belajar membuat sendiri jajanan ini. Ada beberapa teman blogger yang pernah membuat postingan tentang kuliner Korea, lengkap dengan resep-resepnya. Lumayan, jadi nggak bingung nyari sana sini.
Membuat Tteokbokki
Bahan dasarnya disebut tteok (떡), atau garaetteok (가래 떡), yang terbuat dari tepung beras berbentuk bulat panjang. Resep membuat tteok kuambil dari sini. Thanks to Fauzy Jeossi
Sebenarnya tteok ini ada dijual di supermarket Korea yang menjual pernak pernik khas Korea, adanya di seputaran Jakarta. Namun berhubung diriku berada nun jauh di seberang, jadinya mesti bikin sendiri deh.
Inilah tteok buatanku, setelah memodif sedikit resep diatas.
21 comments December 4, 2009
DATANGLAH SEBELUM SORE, KEKASIHKU
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga kumenulis sebuah puisi. Puisi ini kubuat tadi malam hingga dini hari, di tempat kerjaku sambil berjaga. Terharu banget!!!
Bukan terharu dengan puisinya, tapi terharu karena ternyata aku bisa memberanikan diri tuk ikut Acara Unggulan Parade Puisi Cinta yang diadakan oleh Pakde Cholik.
Pokoknya, acara lomba kali ini aku harus ikut *bertekad*
karena kemaren aku nggak sempat ikutan lomba masak yang diadain Pakde (nggak sempat atau nggak bisa???
). Lagian udah keduluan sama Buguru Meli lagi, ‘kan aku nggak mau kalah dengan Buguru nih
Kata Pakde Cholik, puisi yang diperlombakan adalah puisi bebas bertema cinta, cinta apa aja dan siapa aja (apa tuh CINTA? Judul sinetron baru ya??
) Sebenarnya pengen menyertakan puisi dadakanku yang sempat kumuat di postinganku berjudul Outbond di Kebon. Tapi, kupikir perlu juga aku latihan menulis. So, kucoba explore segenap perbendaharaan kata-kata mellow dari kepalaku. Ternyata jadi pujangga itu berat, Sodara-sodara…
Ini nih lengkapnya puisiku… (more…)
60 comments December 2, 2009
Matamu dan Mataku…Lebih Indah Mataku
Keterangan: Gambar diambil dari sini. Sebelumnya yang kupajang disini adalah mataku, namun kumemutuskan tuk menggantinya dengan alasan tertentu
Gambar ini bukan bermaksud ngikut-ngikutin postingannya si Alisnaik loh
(tapi sepertinya gambar mata diatas, agak kurang sehat matanya
)
Silakan membaca….
Beberapa hari belakangan ini aku merasakan ketidaknyamanan di kakiku. Ternyata, di telapak kaki kiriku ditumbuhi sebiji mata ikan (nih mata ikan nekat banget sih…
). Rasanya sakit saat berjalan. Mungkin kawan-kawan juga pernah merasakan hal yang sama. Mata ikan ini masih ‘bersaudara’ dengan kapalan dan kutil. Dulu waktu masih kecil, aku pernah punya kutil di telapak tangan, diolesin sabun colek plus plus, alhamdulillah bisa sembuh. Sekarang, mata ikan lagi yang datang menghampiriku…
Aku nemu artikel tentang mata ikan, dari KOMPAS.com. Ini nih…
____________________________________
SEHAT TANPA MATA IKAN
KOMPAS.com – Klavus atau mata ikan adalah penebalan kulit yang biasanya timbul di permukaan kaki, akibat tekanan dan gesekan terus menerus di bagian kaki. Selain mengganggu kenyamanan, mata ikan juga berhubungan dengan salah satu penyakit lain, salah satunya adalah gangguan saraf. Oleh sebab itu, mata ikan perlu ditangani dengan tepat. (more…)
34 comments November 29, 2009



